SARIBERITA.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar agenda besar melalui forum Muktamar yang berlangsung pada Rabu (26/8/2026). Pertemuan tingkat nasional ini secara khusus difokuskan untuk membahas arah kebijakan strategis, proyeksi masa depan organisasi, serta berbagai persoalan kebangsaan yang krusial bagi bangsa Indonesia.
Forum permusyawaratan yang dihadiri oleh ribuan peserta, mulai dari para kiai, ulama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan pengurus wilayah dan cabang dari seluruh penjuru Nusantara ini, menjadi momentum penting bagi PBNU untuk melakukan konsolidasi internal. Agenda utama dalam Muktamar kali ini mencakup penguatan kelembagaan tingkat akar rumput, pemberdayaan kemandirian ekonomi umat, serta optimalisasi peran Nahdlatul Ulama di era digital.
Selain memperkokoh fondasi internal, Muktamar ini juga menitikberatkan diskusi pada isu-isu kebangsaan. Hal tersebut meliputi penegasan komitmen PBNU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat kerukunan antarumat beragama, dan terus menggaungkan nilai-nilai moderasi beragama (Islam Wasathiyah) sebagai benteng menghadapi tantangan polarisasi sosial dan ekstremisme.
Seluruh rangkaian sidang komisi dalam Muktamar ini diharapkan dapat merumuskan keputusan dan rekomendasi strategis yang solutif. Hasil rumusan tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi pedoman gerak warga nahdliyin, tetapi juga didorong sebagai sumbangsih pemikiran konstruktif bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan nasional ke depan. Rangkaian acara pembukaan berlangsung khidmat, lancar, dan penuh dengan semangat kebersamaan.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar