Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

GO HEALTHY - Perjuangan Margono Melawan Diabetes hingga Bangkit Setelah Stroke

 


SARIBERITA.ID
, Jakarta - Kesehatan adalah harta yang paling berharga, sebuah pepatah yang kini sangat diresapi oleh Margono. Pria ini harus melewati jalan panjang nan berliku dalam memulihkan kondisi tubuhnya. Kisah inspiratif perjuangannya yang dibagikan melalui program Go Healthy menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas akan bahaya komplikasi diabetes jika tidak ditangani dengan serius.

Awal mula petaka kesehatan Margono bermula dari kebiasaan pola hidup yang kurang sehat di masa lalu. Konsumsi makanan tinggi glukosa yang tidak diimbangi dengan aktivitas fisik membuat kadar gula darahnya melonjak drastis. Akibatnya, ia didiagnosis mengidap diabetes. Sayangnya, pada fase-fase awal, ia belum terlalu menyadari betapa fatalnya ancaman penyakit yang sering dijuluki silent killer tersebut.

Komplikasi pembuluh darah pun akhirnya tak dapat dihindari. Gula darah yang dibiarkan tinggi terus-menerus merusak dinding pembuluh darahnya, hingga puncaknya Margono terserang stroke. Serangan mendadak ini membuat sebagian anggota tubuhnya mengalami kelemahan hingga kelumpuhan, memaksanya harus bergantung pada bantuan orang lain untuk beraktivitas. Masa-masa itu menjadi titik terendah dalam hidupnya, baik secara fisik maupun psikologis.

Meski sempat terpuruk, Margono menolak untuk menyerah pada keadaan. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan tekad yang kuat, ia memutuskan untuk bangkit. Ia mulai rutin menjalani perawatan medis, fisioterapi, dan mengubah pola makannya secara total. Ia juga mengadopsi teknologi terapi kesehatan untuk membantu memperlancar peredaran darahnya kembali.

Perlahan namun pasti, dedikasi tersebut membuahkan hasil. Kondisi Margono berangsur membaik, fungsi motoriknya yang sempat lumpuh kini mulai kembali. Ia kini sudah mampu berdiri, berjalan, dan melakukan aktivitas sehari-harinya dengan mandiri.

Margono, Penyintas Diabetes dan Stroke, menyampaikan pesan mendalam dari pengalamannya. "Dulu saya sering mengabaikan pantangan makan dan jarang olahraga. Ketika stroke mematikan separuh badan saya, saya baru sadar bahwa kesehatan itu mahal harganya. Alhamdulillah, dengan disiplin menjaga pola makan yang ketat dan rutin melakukan terapi pemulihan, saya diberikan kesempatan kedua untuk kembali bangkit dan sehat," ungkapnya.

Menanggapi keberhasilan pemulihan tersebut, dr. Lukman Hakim, Praktisi Kesehatan, menjelaskan bahwa kaitan antara penyakit diabetes dan stroke memang sangat erat dan berbahaya. "Diabetes ini merupakan ibu dari segala komplikasi penyakit. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyebabkan darah mengental, menyumbat, dan merusak elastisitas pembuluh darah. Jika penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah itu terjadi di area otak, maka terjadilah stroke. Namun, apa yang dialami oleh Bapak Margono adalah bukti medis dan motivasi nyata, bahwa dengan kemauan keras mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan komitmen pada terapi yang tepat, pasien stroke akibat diabetes memiliki peluang besar untuk pulih dan kembali produktif," jelasnya.

Kisah perjuangan Margono menjadi bukti nyata bahwa vonis penyakit berat bukanlah akhir dari segalanya, melainkan alarm untuk segera memutar haluan menuju gaya hidup sehat.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital