SARIBERITA.ID, Sao Paulo - Peringatan Hari Pelajar (Dia do Estudante) di Sao Paulo, Brasil, diwarnai dengan aksi unjuk rasa besar-besaran oleh ribuan mahasiswa dan pelajar sekolah menengah yang menolak kebijakan pendidikan pemerintah daerah. Aksi yang berpusat di kawasan Avenida Paulista hingga Largo São Francisco ini menjadi simbol perlawanan terhadap upaya privatisasi sekolah umum dan pemotongan anggaran pendidikan.
Para demonstran yang dikoordinir oleh sejumlah serikat pelajar, termasuk Persatuan Pelajar Menengah Paulista (UPES) dan Persatuan Pelajar Menengah Brasil (UBES), menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi pendidikan di negara bagian Sao Paulo. Mereka secara khusus menyoroti kebijakan Gubernur TarcÃsio de Freitas yang dinilai mengancam keberlangsungan sistem sekolah publik melalui agenda privatisasi dan penerapan "plataformisasi" pengajaran secara sepihak.
Kauam Souza, selaku Presiden Persatuan Pelajar Menengah Paulista (UPES), menegaskan bahwa tren plataformisasi pendidikan pada dasarnya hanya bagian dari kebijakan yang menguntungkan para pengusaha besar sekaligus membatasi otonomi para tenaga pengajar. Ia menyebutkan bahwa model pendidikan komersial yang saat ini coba diterapkan justru berupaya mengubah institusi pendidikan menjadi ruang bisnis, yang pada akhirnya hanya akan mencetak dan mempersiapkan para siswa untuk masuk ke pasar kerja yang penuh dengan ketidakpastian serta kerentanan.
Selain menolak keras wacana privatisasi, pergerakan massa ini juga menuntut peningkatan alokasi anggaran demi mewujudkan pendidikan publik yang gratis dan berkualitas. Isu-isu krusial lain yang turut disuarakan meliputi tuntutan akan jaminan tempat tinggal bagi mahasiswa, ketersediaan subsidi transportasi yang memadai, serta tindakan nyata pemerintah untuk mencegah dan menekan tingginya angka putus sekolah di wilayah tersebut. Aksi besar ini dilaporkan mendapat pengawalan langsung dari pihak Kepolisian Militer setempat beserta petugas pengatur lalu lintas, yang melakukan penutupan jalan parsial di sepanjang rute pergerakan demonstran.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar