SARIBERITA.ID, JAKARTA - Proses pemulihan pasca stroke seringkali menjadi fase yang panjang dan menantang bagi para pasien, terutama dalam mengembalikan fungsi motorik dan mobilitas tubuh. Dalam program kesehatan Go Healthy, dibahas sebuah metode terapi inovatif yang unik namun terbukti efektif untuk membantu mempercepat proses pemulihan pasien, yaitu Imaginary Stair Climbing atau terapi imajinasi menaiki tangga.
Metode Imaginary Stair Climbing pada dasarnya adalah bentuk dari terapi motor imagery (imajinasi motorik). Dalam praktiknya, pasien diminta untuk membayangkan secara visual dan merasakan sensasi gerakan melangkah menaiki anak tangga di dalam pikiran mereka secara fokus, tanpa harus melakukan gerakan fisiknya secara nyata.
Dr. Andika Widyatama, Sp.S, selaku Dokter Spesialis Saraf, menjelaskan bahwa meskipun hanya berupa bayangan, metode ini memberikan dampak stimulasi yang sangat nyata pada otak.
"Ketika seorang pasien pasca stroke membayangkan dirinya sedang menaiki tangga dengan detail, area otak motorik yang bertanggung jawab atas gerakan tersebut akan aktif, persis seperti ketika mereka benar-benar melakukan aktivitas tersebut secara fisik. Hal ini sangat krusial untuk merangsang neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membangun kembali dan memperbaiki jalur saraf yang sebelumnya rusak akibat stroke," jelas Dr. Andika.
Metode ini dinilai sangat aman dan minim risiko cedera, sehingga sangat cocok diterapkan pada pasien yang masih mengalami kelemahan otot parah, gangguan keseimbangan, atau kelumpuhan separuh badan (hemiparesis). Sebelum tubuh siap untuk menopang berat badan di tangga sungguhan, otak terlebih dahulu dilatih untuk mengingat dan menyusun kembali pola gerakan melangkah.
Dr. Andika juga menekankan bahwa terapi ini memberikan hasil terbaik jika diiringi dengan disiplin. "Terapi imajinasi motorik yang dilakukan secara rutin setiap hari, dan dikombinasikan dengan fisioterapi konvensional, terbukti secara medis dapat meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki keseimbangan tubuh, serta mempercepat proses pasien untuk bisa kembali berjalan normal. Pikiran adalah penggerak utama, mulailah melatih otot dari dalam pikiran," tambahnya.
Melalui pendekatan Imaginary Stair Climbing ini, diharapkan para pasien dan keluarga pendamping memiliki alternatif terapi pendukung yang bisa dilakukan kapan saja saat beristirahat. Kunci utamanya adalah keyakinan, fokus, dan konsistensi dalam menjalani proses rehabilitasi hingga mencapai kualitas hidup yang optimal.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar