SARIBERITA.ID, JAKARTA - Tingkat gula darah yang melebihi batas normal atau hiperglikemia seringkali diabaikan oleh sebagian masyarakat karena gejalanya yang kerap tidak disadari. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menjadi bom waktu yang memicu berbagai penyakit komplikasi mematikan. Melalui kampanye dan program edukasi kesehatan "Go Healthy", masyarakat kembali diingatkan akan pentingnya mengenali risiko gula darah tinggi sejak dini sebelum berujung pada diabetes melitus dan kerusakan organ vital.
Peningkatan kadar glukosa dalam darah yang terjadi secara terus-menerus lambat laun akan merusak pembuluh darah dan sistem saraf tubuh. Berbagai ancaman penyakit berbahaya mengintai para penderita gula darah tinggi kronis, di antaranya adalah penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal (nefropati diabetik), hingga kerusakan retina mata yang dapat berujung pada kebutaan permanen. Selain itu, penderita juga rentan mengalami neuropati atau kerusakan saraf yang membuat luka menjadi sulit sembuh, yang pada kasus terburuk sering kali harus diakhiri dengan tindakan amputasi.
Pencegahan dan penanganan sejak fase pradiabetes merupakan langkah krusial. Para ahli kesehatan menekankan bahwa kunci utama untuk mengendalikan gula darah berada pada kedisiplinan mengubah gaya hidup. Langkah-langkah preventif seperti membatasi asupan gula dan karbohidrat olahan, memperbanyak konsumsi serat, rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, serta melakukan pengecekan gula darah secara berkala sangat dianjurkan. Kesadaran untuk berinvestasi pada kesehatan sejak muda adalah jalan terbaik agar terhindar dari bahaya komplikasi diabetes di masa tua.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar