SARIBERITA.ID| Pasar valuta asing (valas) China dilaporkan tetap menunjukkan stabilitas yang kuat sepanjang bulan Juli 2026. Pencapaian ini berhasil dipertahankan meskipun kondisi ekonomi global tengah diliputi ketidakpastian serta meningkatnya risiko geopolitik di berbagai kawasan.
Berdasarkan keterangan resmi dan data yang dirilis oleh Administrasi Valuta Asing Negara China atau State Administration of Foreign Exchange (SAFE) selaku otoritas dan narasumber utama terkait, arus penerimaan dan pembayaran lintas negara terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Data dari SAFE menunjukkan bahwa perbankan China mencatatkan surplus transaksi valuta asing sebesar 18,3 miliar Dolar AS (USD) pada bulan Juli. Rinciannya, nilai penyelesaian valuta asing menembus angka 266,3 miliar Dolar AS, sementara angka penjualan valas berada di level 248 miliar Dolar AS.
Selain capaian dari sektor perbankan, transaksi lintas negara dari sektor non-bank (seperti perusahaan dan individu) juga menunjukkan tren yang sangat positif. Transaksi pada sektor non-bank ini mencapai nilai 1,7 triliun Dolar AS, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, pihak SAFE menilai bahwa seluruh aktivitas perdagangan valas di China saat ini tetap berjalan secara rasional dan teratur. Otoritas tersebut juga menegaskan bahwa arus masuk modal, khususnya yang didorong oleh sektor perdagangan barang, masih menjadi penopang paling utama dalam menjaga kokohnya stabilitas pasar keuangan China hingga saat ini.[SB.101/Ran]





0 Komentar