SARIBERITA.ID, Jakarta – Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi kognitif dan memori menjadi salah satu ancaman kesehatan yang paling sering dikhawatirkan oleh masyarakat. Paparan radikal bebas yang berasal dari polusi udara, stres berlebih, hingga pola makan yang buruk dapat memicu terjadinya stres oksidatif. Jika dibiarkan, kondisi ini akan merusak sel-sel saraf di dalam otak dan menjadi cikal bakal berbagai penyakit neurodegeneratif yang serius, seperti demensia dan Alzheimer.
Merespons ancaman tersebut, program kesehatan GO HEALTHY kembali mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya peran "Antioksidan Kompleks" sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan fungsi otak. Berbeda dengan antioksidan tunggal, antioksidan kompleks memiliki spektrum perlindungan yang jauh lebih luas dan sinergis. Kombinasi nutrisi ini dinilai lebih efektif dalam menembus sawar darah otak (blood-brain barrier), sehingga mampu menetralisir racun dan radikal bebas langsung pada pusat sistem saraf manusia.
"Otak kita itu sangat rentan terhadap kerusakan akibat stres oksidatif karena organ ini menggunakan sekitar 20 persen dari total asupan oksigen di dalam tubuh. Jika dibiarkan tanpa perlindungan nutrisi yang tepat, sel-sel saraf otak akan cepat mengalami penuaan dini dan mati. Di sinilah antioksidan kompleks berperan penting. Mereka bekerja bersama-sama secara sinergis untuk melindungi sel dari kerusakan, melancarkan sirkulasi darah ke otak, serta menjaga fokus dan daya ingat agar tetap tajam," jelas dr. Andreas Setiawan, Sp.S.
Lebih lanjut, dalam ulasan program tersebut, masyarakat dianjurkan untuk mulai merutinkan asupan makanan yang kaya akan antioksidan kompleks. Sumber nutrisi ini dapat dengan mudah ditemukan pada buah beri, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, ekstrak biji anggur, hingga teh hijau. Apabila diperlukan, masyarakat juga dapat mengonsumsi suplemen antioksidan kompleks dengan anjuran medis.
Kendati asupan gizi sangat penting, perlindungan otak juga harus didukung dengan modifikasi gaya hidup. Masyarakat diajak untuk terus melatih otak dengan aktivitas kognitif seperti membaca atau mengisi teka-teki, menjaga kualitas tidur yang baik, serta rutin berolahraga guna memastikan suplai oksigen ke otak tetap berjalan maksimal di usia senja.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar