Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Tragedi Gedung Tua Hokwan Brebes Ambruk, Tiga Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan


SARIBERITA.ID
Sebuah gedung tua peninggalan zaman Belanda, Gedung Hokwan, yang berlokasi di Desa Duku Turi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu pagi. Insiden nahas ini menimpa tiga rumah warga di sekitarnya dan mengakibatkan tiga orang tewas tertimpa material bangunan.

Tiga korban jiwa dalam peristiwa tersebut terdiri dari dua orang anak-anak dan seorang lanjut usia (lansia). Dua korban anak diketahui merupakan kakak beradik, yakni Arfa (7 tahun) dan adiknya, Nara (4 tahun). Keduanya tewas tertimbun reruntuhan saat tengah tertidur lelap di dalam rumah mereka.

Berdasarkan keterangan seorang warga setempat yang berada di lokasi saat proses evakuasi awal (nama tidak disebutkan dalam tayangan), insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 pagi. Warga tersebut menuturkan bahwa saat bangunan roboh, orang tua dari kedua anak tersebut sedang pergi ke pasar.

"Korban meninggal (diketahui awal) dua, dan satu orang lagi belum ketemu," ungkap warga tersebut saat diwawancarai di lokasi kejadian sebelum korban ketiga ditemukan.

Kedua jenazah kakak beradik itu kemudian langsung dievakuasi oleh warga ke RSUD Bumiayu.

Upaya pencarian satu korban yang hilang terus dilanjutkan hingga menjelang sore hari. Dengan bantuan alat berat (ekskavator) untuk menyisir tumpukan puing-puing bangunan dan rumah yang hancur, tim evakuasi akhirnya menemukan korban ketiga dalam kondisi meninggal dunia. Korban ketiga teridentifikasi bernama Kanjat, seorang lansia berusia 85 tahun yang saat kejadian juga tengah berada di dalam rumahnya.

Sebagai informasi, Gedung Hokwan merupakan bekas pabrik tepung tapioka yang sudah lama terbengkalai. Sebelum ambruk, area sekitar bangunan tua tersebut kerap dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai tempat bermain bulu tangkis.

Sugiartono, Jurnalis yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian di Brebes, Jawa Tengah, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini telah turun tangan menangani kasus tersebut.

"Garis polisi dipasang untuk keperluan penyelidikan robohnya bangunan tua. Warga pun diimbau agar tidak mendekati area berbahaya di sekitar lokasi reruntuhan," lapor Sugiartono.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital