SARIBERITA.ID Bencana dahsyat berupa banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah perbatasan antara Nepal dan China pada hari Rabu lalu meninggalkan duka mendalam. Hingga Minggu siang waktu setempat, jumlah korban jiwa terus bertambah secara signifikan.
Berdasarkan data resmi yang dikonfirmasi oleh Otoritas Penanggulangan Bencana Nepal, tercatat sebanyak 734 jiwa meninggal dunia akibat bencana alam ini. Selain itu, krisis kemanusiaan ini diperparah dengan laporan bahwa 2.498 warga setempat masih dinyatakan hilang dan dalam tahap pencarian.
Dampak bencana ini tidak hanya dirasakan oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Pihak Dewan Pariwisata Nepal memberikan keterangan bahwa sejauh ini sebanyak 261 wisatawan asing telah berhasil diselamatkan dari lokasi bencana. Namun, sebanyak 320 orang turis lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Saat ini, petugas tim SAR gabungan masih terus melakukan proses evakuasi serta pembersihan material lumpur di lapangan. Dalam pelaksanaannya, tim penyelamat menghadapi sejumlah kendala berat, di antaranya adalah tebalnya endapan sedimen lumpur serta tingginya curah hujan di lokasi. Kondisi cuaca yang belum stabil ini juga memicu kekhawatiran akan adanya ancaman bencana susulan.
Fokus utama operasi pencarian dan evakuasi tim gabungan saat ini dipusatkan pada tiga titik wilayah distrik yang mengalami dampak kerusakan terparah, yakni di Distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar