SARIBERITA.ID Bencana gempa bumi beserta rentetan gempa susulan yang terus melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan kisah pilu sekaligus dramatis. Sejumlah ibu hamil, ibu nifas, dan bayi yang baru lahir terpaksa harus bertahan melawan dinginnya udara malam di bawah tenda darurat seadanya.
Kondisi memprihatinkan ini terjadi di area belakang gedung Puskesmas Watuba, Kabupaten Sikka. Berdasarkan laporan pandangan mata dari tayangan berita, sebuah proses persalinan yang sangat dramatis terjadi pada Senin siang. Saat seorang ibu tengah berjuang melahirkan bayinya, gempa susulan tiba-tiba mengguncang dengan kuat. Situasi tersebut memaksa tenaga kesehatan (nakes) untuk segera mengevakuasi sang ibu dan memindahkan tempat tidurnya ke luar gedung Puskesmas di tengah kepanikan.
Ketiadaan fasilitas darurat yang memadai memperburuk keadaan. Pihak Puskesmas Watuba mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya telah mengajukan permintaan bantuan tenda darurat sejak Senin siang pascagempa. Namun, hingga malam hari tiba, bantuan tenda dari pemerintah daerah atau instansi terkait tak kunjung datang.
Menghadapi situasi krisis tersebut, para tenaga kesehatan di Puskesmas Watuba akhirnya mengambil inisiatif mandiri. Secara swadaya, mereka mengumpulkan dana untuk membeli terpal yang kemudian dijadikan atap pelindung sementara. Untuk melindungi pasien dari hembusan angin malam, para nakes menggunakan kain-kain panjang yang diikatkan mengelilingi tempat tidur pasien.
Menurut keterangan resmi dari Pihak Puskesmas Watuba (nama spesifik petugas tidak disebutkan dalam tayangan), saat ini terdapat sejumlah pasien rentan yang harus dirawat dan bertahan di dalam tenda terpal darurat tersebut.
Rincian pasien yang berada di tenda darurat meliputi lima orang bayi yang baru lahir, di mana dua di antaranya merupakan bayi dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) yang membutuhkan penanganan khusus. Selain itu, terdapat lima orang ibu nifas (pasca-melahirkan) serta satu orang pasien ibu hamil yang mengalami kondisi ancaman keguguran (abortus).
Hingga berita ini dilaporkan, para pasien rentan tersebut masih berada di area terbuka dan sangat membutuhkan bantuan tenda medis darurat yang layak serta fasilitas penghangat untuk melindungi bayi-bayi yang baru lahir.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar