Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Dari Janji Untuk Nenek, Tercipta Kacamata Pintar Berteknologi AI

 


SARIBERITA.ID, Jakarta - Inovasi teknologi sering kali lahir dari kasih sayang dan kepedulian terhadap keluarga. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penemuan menginspirasi yang baru-baru ini diulas dalam tayangan Tech Corner. Berawal dari sebuah janji sederhana kepada sang nenek, sebuah kacamata pintar berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) berhasil diciptakan untuk membantu para lansia dan penyandang tunanetra dalam beraktivitas secara mandiri.

Kacamata pintar ini didesain menyerupai kacamata baca pada umumnya, namun pada bagian bingkainya tertanam kamera mikro, sensor jarak, dan earpiece tersembunyi. Didukung oleh teknologi AI pengenalan objek (object recognition) dan pemrosesan teks-ke-suara, kacamata ini mampu mendeteksi rintangan di sekitar, membacakan tulisan pada buku atau label obat, hingga mengidentifikasi wajah orang yang mendekat, lalu memberikan informasi tersebut melalui panduan suara kepada penggunanya.

Raka Pratama, selaku Inovator Muda dan Pengembang Kacamata Pintar, menceritakan bahwa motivasi terbesarnya merakit perangkat ini bermula dari kondisi kesehatan neneknya yang penglihatannya terus menurun akibat penyakit glaukoma.

"Waktu itu saya berjanji kepada Nenek bahwa saya akan membuatkan alat agar beliau tetap bisa 'melihat' dunia dan tidak perlu takut atau bergantung pada orang lain saat berjalan di dalam rumah. Janji itulah yang memacu saya selama dua tahun terakhir untuk melakukan riset secara mandiri, hingga akhirnya berhasil mengintegrasikan sistem AI ke dalam bingkai kacamata yang ringan ini," ungkap Raka Pratama.

Kisah di balik pembuatan alat ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mengundang decak kagum dari kalangan praktisi teknologi. Kacamata ini dinilai sebagai terobosan alat bantu kesehatan (asistif) yang menggabungkan kepraktisan dan kecanggihan teknologi masa kini.

Menanggapi inovasi tersebut, Dr. Anita Wijaya, Pakar Teknologi Kecerdasan Buatan, menilai bahwa purwarupa yang diciptakan memiliki potensi komersialisasi yang sangat menjanjikan dan membawa dampak sosial yang masif.

"Yang membuat inovasi kacamata ini istimewa adalah algoritma AI-nya yang dilatih secara spesifik untuk mengenali lingkungan domestik dan kebutuhan sehari-hari lansia. Waktu respons audionya sangat cepat (real-time). Ini adalah contoh nyata bagaimana implementasi machine learning tidak hanya digunakan untuk korporasi, tetapi bisa memberikan solusi langsung yang menyentuh ranah kemanusiaan," jelas Dr. Anita Wijaya.

Saat ini, kacamata pintar tersebut sedang dalam tahap penyempurnaan desain baterai dan optimalisasi perangkat lunak. Melalui program Tech Corner, Raka berharap alat ciptaannya dapat segera mendapatkan dukungan dari investor atau lembaga kesehatan untuk diproduksi secara massal. Dengan begitu, inovasi yang berawal dari cinta seorang cucu ini kelak dapat menjadi cahaya harapan bagi lebih banyak orang yang membutuhkan.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital