Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

BNPB Ungkap Kondisi Terkini Pascagempa NTT Magnitudo 7,7: Fokus Utama Penyelamatan Warga


SARIBERITA.ID
– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan koordinasi dan upaya penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan potensi peringatan dini tsunami berakhir, upaya penyelamatan di daerah terdampak tetap berjalan intensif.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menjelaskan bahwa saat ini prioritas utama di lapangan adalah proses evakuasi.

"Saat ini tetap masih berlangsung upaya penanganan dan pencarian warga yang kemungkinan berada di bawah reruntuhan oleh tim Basarnas, TNI, dan Polri. Langkah pertama yang kita pastikan adalah menyelamatkan nyawa warga; itu menjadi langkah yang utama dan pertama kita lakukan," ujar Berton.

Selain penyelamatan, BNPB juga sedang melaksanakan tahap kaji cepat (rapid assessment) untuk mengetahui secara pasti skala kerusakan. Hal ini penting guna menentukan besaran dan jenis bantuan yang perlu dikerahkan. Hingga saat ini, BNPB tingkat pusat masih menunggu data resmi dari pemerintah daerah terkait jumlah korban jiwa maupun luka-luka, mengingat kendala komunikasi dan tim di lapangan yang masih bekerja keras.

Berdasarkan analisis tingkat guncangan, Berton menyoroti beberapa wilayah yang mendapat perhatian serius akibat besarnya potensi kerusakan.

"Kami mendapat informasi bahwa di beberapa wilayah seperti Kota Mbay dan Kabupaten Ngada, tingkat kegempaan dirasakan hingga skala VII MMI. Artinya, tingkat guncangannya sangat tinggi. Kami memprediksi wilayah ini akan mengalami dampak yang besar," terangnya. Selain itu, Kabupaten Sikka juga masuk dalam pusat perhatian BNPB saat ini.

Terkait laporan terputusnya sejumlah akses vital—seperti akses jalan dari Maumere menuju Ende—Berton menyatakan pihaknya masih mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Guna memaksimalkan penanggulangan bencana, pemerintah pusat juga merencanakan tinjauan langsung ke lokasi. "Rencananya hari ini Bapak Kepala Badan (Kepala BNPB) beserta dengan menteri terkait akan turun langsung ke daerah untuk melihat situasi, serta memperkirakan jenis dan besaran bantuan yang perlu diberikan guna memaksimalkan upaya penanggulangan," tambah Berton.

Meski ancaman tsunami dinyatakan berakhir, Berton memberikan imbauan tegas kepada masyarakat terkait ancaman gempa susulan (aftershock) yang terpantau cukup besar, bahkan sempat mencapai magnitudo 6,2.

"Mengingat adanya gempa susulan, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak memasuki ruangan atau gedung. Gempa susulan ini bisa memicu bangunan yang sudah retak menjadi ambruk. Jangan memasuki bangunan yang secara visual sudah rusak atau retak besar sampai ada pernyataan aman dari pihak berwenang," tegas Berton.

Di akhir keterangannya, Berton meminta warga di NTT agar tidak panik secara berlebihan, tetap berlindung di lokasi yang aman, serta tidak termakan maupun menyebarkan berita bohong atau hoaks. "Percayai berita-berita yang bersumber langsung dari pemerintah," tutupnya. [PKC.01]**

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital