SARIBERITA.ID Bencana kebakaran melanda sejumlah tempat usaha di berbagai daerah pada akhir pekan lalu. Di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, jerit tangis dan histeria para pedagang pecah saat menyaksikan tempat usaha mereka ludes dilalap si jago merah di Pasar Belik pada Sabtu petang.
Berdasarkan laporan di lapangan, kobaran api tersebut menghanguskan sedikitnya 120 kios dan 500 lapak milik pedagang di Pasar Belik. Api pertama kali diketahui muncul dari Blok A ketika sejumlah pedagang baru saja menutup kios mereka. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hingga tiga jam untuk bisa memadamkan kobaran api sepenuhnya. Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh adanya arus pendek listrik.
Pabrik Styrofoam di Bogor Terbakar Sementara itu pada Sabtu sore, amuk si jago merah juga meluluhlantakkan dua gedung pabrik styrofoam di kawasan Gandoang, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Api pertama kali terlihat di bagian atas gedung saat seorang karyawan tengah melakukan pengelasan hidran. Percikan api dari alat las tersebut diduga kuat menyambar material styrofoam yang mudah terbakar, hingga akhirnya memicu kebakaran besar.
Selain menghanguskan gedung pabrik, sejumlah kendaraan juga ikut menjadi korban. Berdasarkan keterangan seorang saksi dari pihak internal pabrik di lokasi kejadian (nama tidak disebutkan), terdapat lima unit kendaraan dari pihak perusahaan yang hangus terbakar total, sementara dua unit kendaraan lainnya mengalami kerusakan sedang akibat paparan api.
Kebakaran di Jakarta Utara Insiden kebakaran juga terjadi di dua titik berbeda di wilayah Jakarta Utara. Di Kapuk Muara, Penjaringan, api melanda tiga buah peti kemas yang dialihfungsikan sebagai kantor dan gudang proyek. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api membesar dengan cepat, sehingga para pekerja proyek terpaksa dievakuasi menjauhi lokasi. Sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dan api berhasil dipadamkan dalam waktu satu setengah jam. Penyebab pasti kebakaran peti kemas ini masih dalam tahap penyelidikan.
Di kawasan Cilincing, tepatnya di Jalan Kirana Boulevard Selatan, kebakaran melahap habis satu hektare lahan alang-alang. Kondisi tumbuhan yang kering kerontang, minimnya sumber air di lokasi, serta embusan angin yang kencang membuat api sangat cepat meluas.
Dampak dari terbakarnya lahan alang-alang ini membuat asap tebal terbawa angin hingga menyelimuti permukiman warga yang berada di dekat lokasi. Memasuki musim kemarau tahun ini, kebakaran lahan di lokasi tersebut tercatat sudah terjadi sebanyak dua kali.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar