SARIBERITA.ID Ratusan warga korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini masih memprihatinkan lantaran belum tersentuh bantuan dari pemerintah secara merata. Minimnya fasilitas pengungsian memaksa sebagian korban gempa untuk tidur di area perkuburan.
Berdasarkan pantauan di Desa Nangalabang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur pada Rabu pagi, warga terpaksa mengungsi dan tidur di area makam karena dirasa lebih aman dari ancaman tertimpa bangunan jika terjadi gempa susulan. Tanpa adanya tenda pengungsian, mereka beristirahat dengan perlindungan seadanya dan tanpa fasilitas penerangan yang memadai.
Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat di antara para pengungsi tersebut terdapat bayi yang baru berusia tiga bulan, serta puluhan warga lanjut usia (lansia) yang kondisinya sudah sakit-sakitan. Sebagian warga lainnya memilih tidur beralaskan terpal di halaman rumah mereka yang kini tak lagi beratapkan genteng.
Data dari warga setempat mencatat terdapat 459 jiwa yang kini harus mengungsi di Desa Nangalabang. Kerusakan infrastruktur di desa ini tergolong sangat parah, dengan rincian enam unit rumah hancur total dan 18 rumah lainnya mengalami rusak berat hingga tak bisa lagi ditempati.
Hingga saat ini, para korban di lokasi tersebut belum mendapatkan bantuan resmi dari pemerintah. Bantuan justru baru datang dari sejumlah relawan kemanusiaan yang berhasil menjangkau mereka. "Ada satu karung beras tambahan, ada mi instan, ada ayam beku, serta tambahan terpal untuk 150 warga yang mengungsi di tempat ini," ungkap salah seorang relawan saat mendistribusikan bantuan logistik.
Pemandangan serupa juga terpantau di lokasi pengungsian Lapangan SD Negeri Robok, Kecamatan Wiri, Kabupaten Manggarai. Lebih dari 700 pengungsi, termasuk lansia dan balita, terpaksa tidur di tenda-tenda darurat yang dibangun seadanya.
Selain dihantui ketakutan akan gempa susulan, warga di Wiri juga cemas guncangan gempa dapat berdampak pada aktivitas Gunung Api Ranaka. Beruntungnya, nasib para pengungsi di titik ini sedikit lebih baik karena telah mendapatkan penyaluran bantuan dan bahkan dikunjungi langsung oleh Menteri Keuangan RI, Purbaya, pada Rabu siang.
Berbeda nasib dengan di Wiri, sebagian pengungsi di wilayah Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur justru harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup. Lantaran belum tersentuh bantuan logistik, mereka terpaksa memulung dan berburu besi puing sisa-sisa bangunan yang hancur akibat gempa. Warga berbondong-bondong mengumpulkan besi bekas tersebut untuk dijual kembali, di mana hasil penjualannya kemudian diserahkan kepada pengurus dapur umum guna membeli bahan makanan sehari-hari.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar