SARIBERITA.ID| Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir bulan Juli 2026. Dalam program berita Zona Bisnis yang dipandu oleh Presenter Metro TV, Leonard Samosir, dan Presenter Metro TV, Jessica Wulandari, dilaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia tercatat mengalami sedikit penurunan.
Cadangan devisa Indonesia pada posisi akhir Juli 2026 tercatat turun menjadi 145,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut berkurang sebesar 0,3 miliar dolar AS dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di mana pada bulan Juni 2026 posisi cadangan devisa berada di angka 145,6 miliar dolar AS.
Penurunan posisi cadangan devisa pada bulan Juli ini utamanya dipengaruhi oleh dua faktor utama,Pembayaran utang luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah,Intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia di pasar valuta asing dalam upayanya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global saat ini.
Meski mengalami penurunan, Bank Indonesia menilai penurunan cadangan devisa tersebut masih dalam batas yang relatif terbatas. Hal ini tertolong oleh adanya pemasukan dari penerimaan pajak dan jasa, serta penerimaan devisa dari penerbitan global bond (surat utang global) pemerintah.
Dalam laporan tersebut juga disampaikan bahwa sepanjang bulan Juli, nilai tukar rupiah tercatat hanya tergerus atau melemah sebesar 0,29%. Kondisi ini dinilai oleh Bank Indonesia masih tergolong relatif stabil[SB.101/Ran]





0 Komentar