SARIBERITA.ID Hujan deras ekstrem yang dipicu oleh gelombang tropis nomor 40 (Onda Tropical 40) telah mengakibatkan banjir bandang berskala besar di ibu kota Venezuela, Caracas. Bencana ini melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama, menyebabkan puluhan kendaraan terjebak dan rusak akibat derasnya arus banjir.
Rekaman visual yang dirilis oleh Pemerintah Distrik Ibu Kota Venezuela memperlihatkan pemandangan dramatis di mana mobil-mobil terendam air di sejumlah titik. Sebagai langkah cepat, Pemerintah Venezuela langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat nasional. Petugas perlindungan sipil (Protección Civil) serta lembaga penyelamatan lainnya dikerahkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga dan mulai membersihkan material yang terbawa arus banjir.
Tragisnya, bencana ini juga menelan korban. Berdasarkan laporan, seorang ibu dan anaknya hingga kini masih dinyatakan hilang setelah terseret arus deras saat sedang mengendarai sepeda motor.
Kepala Pemerintah Distrik Ibu Kota Caracas, Nahum Fernandez, meninjau langsung proses penanganan banjir di ruas jalan tol Valle-Coche. Ia didampingi oleh sejumlah petinggi keamanan dan kebencanaan, termasuk Kepala Perlindungan Sipil Caracas.
Dalam keterangannya, Nahum Fernandez menjelaskan fenomena luar biasa yang menyebabkan banjir bandang ini, di mana tingginya curah hujan membuat Sungai Guaire meluap drastis.
"Ini adalah kejadian yang luar biasa dan sangat mengejutkan, bagaimana Sungai Guaire bisa meluap dari jalurnya akibat jumlah air (curah hujan) yang sangat tinggi yang turun di sekitar kawasan hulu," ujar Nahum Fernandez saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Nahum merinci kerusakan dan kepanikan warga yang terjadi di titik-titik genangan parah, khususnya di sekitar persimpangan Paroki San Pedro dan Santa Monica.
"Seluruh kawasan ini tergenang air. Kami mencatat ada lebih dari 60 kendaraan yang terdampak. Ada anak-anak yang terjebak di dalam kendaraan, dan keluarga-keluarga yang terpaksa harus naik ke atap mobil mereka untuk menyelamatkan diri. Sebagian besar kendaraan tersebut kini dalam kondisi rusak parah," jelasnya.
Menutup keterangannya, Nahum Fernandez meminta seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Saat ini, tim gabungan berfokus pada pekerjaan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di jalan-jalan tol agar akses transportasi dapat segera kembali normal, sembari terus melakukan pencarian terhadap korban hilang.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar