SARIBERITA.ID
Aksi Petantang-petenteng Berujung Bui, Jagoan Tambora Positif Narkoba Usai Diringkus Polisi
Aksi arogan seorang pria berinisial J yang kerap dijuluki jagoan kawasan Tambora, Jakarta Barat, mendadak viral dan berujung pada penangkapan oleh aparat kepolisian sektor setempat pada akhir pekan ini. Pria yang kerap berlagak petantang-petenteng di hadapan warga sekitar tersebut tak berkutik saat diringkus petugas, terbukti positif mengonsumsi narkotika setelah menjalani serangkaian tes urine di kantor polisi.
Penangkapan terhadap pria yang meresahkan warga Tambora ini bermula dari banyaknya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan perilaku intimidatif pelaku di ruang publik. Pihak kepolisian yang menerima aduan tersebut langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk mengamankan ketertiban umum di wilayah hukum Jakarta Barat.
Dalam proses penangkapan yang berlangsung dramatis, pelaku sempat menunjukkan sikap perlawanan dan mencoba menghindari kejaran petugas dengan mengandalkan pengaruh lokal yang dimilikinya. Namun, kesigapan aparat kepolisian berhasil mematahkan upaya tersebut dan langsung membawanya ke polsek terdekat untuk diperiksa secara intensif.
Setelah dilakukan penggeledahan badan serta tes kesehatan menyeluruh, kecurigaan petugas terbukti benar ketika hasil laboratorium menunjukkan bahwa pelaku positif mengandung zat narkotika. Diduga kuat, pengaruh barang haram tersebutlah yang membuat pelaku kerap bertindak semena-mena dan menantang warga sekitar tanpa rasa takut.
Aparat kepolisian menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun kepada premanisme berkedok apapun yang mengancam keamanan masyarakat. Tindakan tegas ini diambil demi memberikan rasa aman sekaligus membersihkan kawasan urban dari peredaran gelap narkoba dan aksi kriminalitas jalanan.
Warga sekitar menyambut baik langkah cepat aparat kepolisian yang berhasil meringkus oknum pembuat onar tersebut dari lingkungan tempat tinggal mereka. Selama ini, warga mengaku sering merasa terintimidasi namun tidak berani melapor karena khawatir akan keselamatan diri dan keluarga mereka.
Kasus ini kini tengah dikembangkan lebih lanjut oleh Satuan Reserse Narkotika kepolisian setempat guna membongkar jaringan pemasok barang haram yang dikonsumsi oleh pelaku. Polisi ingin memastikan dari mana sumber narkoba tersebut didapatkan oleh oknum jagoan kampung tersebut.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak ragu untuk segera melapor kepada pihak kepolisian jika menemukan tindakan premanisme atau penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari unsur kejahatan.
Akibat perbuatannya, pelaku harus mendekam di balik jeruji besi tahanan polsek dan bersiap menghadapi jerat hukum berlapis terkait tindakan melawan hukum serta penyalahgunaan narkotika. Proses hukum ini diharapkan mampu memberikan efek jera yang setimpal bagi pelaku kejahatan serupa.
[SB.09/cahaya]*





0 Komentar