SARIBERITA.ID, JAKARTA — Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dipadati oleh barisan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Aksi unjuk rasa yang menyuarakan sejumlah tuntutan terkait evaluasi kebijakan pemerintah ini mendapat pengawalan ekstra ketat dari aparat keamanan. Dalam laporan program Metro Hari Ini, tercatat sebanyak 9.000 personel gabungan disiagakan untuk mengawal dan mengamankan jalannya demonstrasi.
Pengamanan berlapis telah disiapkan sejak pagi hari guna mengantisipasi eskalasi massa dan menjaga ketertiban umum di salah satu titik paling vital di jantung ibu kota tersebut. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional oleh Direktorat Lalu Lintas untuk meminimalisasi kemacetan yang berimbas pada aktivitas warga sekitar kawasan Sudirman-Thamrin.
Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa pengerahan sembilan ribu personel ini merupakan langkah preventif agar aksi penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tidak disusupi provokator.
"Sebanyak 9.000 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah telah kami plot di beberapa titik strategis, dengan fokus penjagaan utama di area Bundaran HI, kawasan Monas, dan gedung-gedung pemerintahan sekitarnya. Pendekatan yang aparat lakukan murni persuasif dan humanis. Kami berupaya memfasilitasi adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara demokratis, namun kami juga berkewajiban mengingatkan agar mereka tidak mengganggu ketertiban umum dan tetap menghormati hak masyarakat lain yang melintas," urai Kombes Pol. Susatyo.
Di lokasi aksi, massa yang mengenakan jaket almamater kuning tampak tertib membentuk barisan. Mereka membawa berbagai atribut protes, mulai dari spanduk, bendera, hingga poster yang berisi kritikan terhadap sejumlah regulasi perundang-undangan yang dinilai tergesa-gesa dan tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat. Orasi terus disuarakan secara bergantian dari atas mobil komando.
Arya Pratama, Koordinator Lapangan BEM UI, menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini adalah wujud tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agent of change untuk terus mengawal jalannya roda pemerintahan.
"Kehadiran kami di Bundaran HI hari ini adalah bentuk peringatan tegas kepada pemerintah. Kami membawa keresahan masyarakat sipil yang terdampak oleh kebijakan-kebijakan yang tidak pro-rakyat. Kami sangat menghargai pengawalan dari pihak kepolisian dan kami jamin aksi ini berjalan damai. Namun, kami menuntut ruang dialog yang nyata. Aspirasi ini bukan sekadar angin lalu, melainkan tuntutan yang harus dievaluasi dan dijawab langsung oleh para pembuat kebijakan," tegas Arya Pratama.
Hingga menjelang sore hari, aksi demonstrasi mahasiswa BEM UI masih berlangsung dengan kondusif. Pihak kepolisian terus bersiaga membentuk pagar betis dan menjalin komunikasi persuasif dengan para koordinator lapangan agar unjuk rasa dapat selesai sesuai dengan batas waktu yang diatur undang-undang, demi kelancaran arus lalu lintas jam pulang kantor.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar