Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

20 Hari Berlalu, Duka Tragedi KM Nurul Salsa Belum Usai, 14 Penumpang Masih Hilang


SARIBERITA.ID-
Dua puluh hari setelah tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, duka masih menyelimuti keluarga korban. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 14 penumpang masih dinyatakan hilang meski operasi pencarian telah selesai dilaksanakan oleh tim SAR gabungan.

Insiden nahas itu terjadi pada 15 Juli 2026 saat KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar. Di tengah perjalanan, kapal dilaporkan mengalami gangguan mesin di perairan barat Pulau Polassi sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam akibat kondisi laut yang tidak bersahabat.

Sejak laporan diterima, Basarnas bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, serta berbagai unsur potensi SAR menggelar operasi pencarian secara besar-besaran. Berbagai kapal penyelamat, kapal perang, hingga armada nelayan dikerahkan untuk menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya para korban.

Selama proses pencarian, sejumlah kisah haru mewarnai upaya penyelamatan. Beberapa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah bertahan berhari-hari di tengah laut dengan berpegangan pada gabus maupun rompong (rumah ikan). Namun, tidak sedikit korban yang akhirnya meninggal dunia akibat tidak mampu bertahan menghadapi kerasnya kondisi laut.

Berdasarkan hasil validasi pemerintah daerah, kepolisian, dan KSOP, jumlah penumpang KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut, 58 orang berhasil diselamatkan, empat orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 14 lainnya masih belum ditemukan hingga kini.

Operasi SAR resmi ditutup setelah berlangsung selama 10 hari sesuai prosedur yang berlaku. Meski demikian, Basarnas menegaskan penanganan tragedi belum sepenuhnya berakhir. Apabila terdapat informasi baru yang valid mengenai keberadaan korban, operasi akan kembali dibuka dalam bentuk evakuasi.

Memasuki hari ke-20 pascakejadian, keluarga korban masih berharap ada kepastian mengenai nasib anggota keluarga mereka yang belum ditemukan. Doa dan harapan terus dipanjatkan agar seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian.

Tragedi KM Nurul Salsa menjadi salah satu musibah pelayaran terbesar yang terjadi di perairan Kepulauan Selayar pada tahun ini. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar keselamatan pelayaran, kelayakan kapal, akurasi data manifes penumpang, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.[SB.09/Pebrianti ]*

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital