Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Tiga Lembaga Keuangan Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4 Persen, Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Momentum

 


SARIBERITA.ID Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diproyeksikan mampu menyentuh angka 5,4 persen oleh tiga lembaga keuangan dunia, yang direspons secara optimis oleh pemerintah melalui penguatan strategi fiskal dan moneter di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang dinamis.

Kabar tersebut mencuat setelah Bank Dunia (World Bank), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis laporan terbaru mengenai prospek ekonomi makro Indonesia, yang menempatkan Tanah Air sebagai salah satu negara berkembang dengan kinerja pertumbuhan yang relatif kuat dan stabil di kawasan regional.

Meskipun diwarnai oleh ketidakpastian global, termasuk fluktuasi harga komoditas dan tensi geopolitik internasional, ketiga lembaga dunia tersebut sepakat bahwa fondasi domestik Indonesia masih cukup tangguh untuk menopang ekspansi ekonomi hingga kisaran target yang telah ditetapkan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menyatakan bahwa proyeksi dari lembaga-lembaga internasional ini sejalan dengan target ambisius yang dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan bahkan meyakini ruang gerak ekonomi nasional masih terbuka lebar untuk tumbuh lebih tinggi jika stabilitas eksternal terus membaik.

Konsumsi rumah tangga tetap diandalkan sebagai motor penggerak utama pertumbuhan, didukung oleh terjaganya tingkat inflasi domestik dalam rentang sasaran yang aman serta berbagai program perlindungan sosial yang digelontorkan oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat lapisan bawah hingga menengah.

Selain konsumsi, sektor investasi dan perdagangan luar negeri juga mendapat perhatian khusus dari OECD dan Bank Dunia, yang menilai bahwa perbaikan iklim investasi dan kelancaran ekspor neto akan menjadi kunci penentu pencapaian angka pertumbuhan di atas lima persen secara berkelanjutan.

Pemerintah juga terus mengoptimalkan peran kelembagaan baru serta mempercepat realisasi proyek-proyek strategis nasional yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif, sehingga multiplier effect terhadap perekonomian daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Koordinasi erat antara Bank Indonesia dan otoritas terkait dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diintensifkan guna mengantisipasi segala bentuk risiko eksternal, termasuk potensi gejolak nilai tukar dan arus modal asing yang keluar masuk pasar keuangan domestik.

Sebagai penutup, pencapaian proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,4 persen ini memerlukan kerja sama lintas sektor yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan global sekaligus memanfaatkan setiap peluang ekonomi yang ada secara optimal.

[SB.09/cahaya ]*

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital