Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Napas Tercekik di Jalur Lintas Barat: Kabut Asap Karhutla Kalimantan Kepung Polewali Mandar

 


SARIBERITA.ID| Dampak dari kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang melanda wilayah Pulau Kalimantan kini kian mengkhawatirkan karena sebaran asapnya yang terus meluas melintasi pulau. Kabut asap pekat akibat insiden tersebut kini dilaporkan telah menyebar hingga ke Pulau Sulawesi. Wilayah Kabupaten Polewali Mandar di Provinsi Sulawesi Barat menjadi salah satu daerah yang paling terdampak oleh fenomena asap "kiriman" ini.

Kualitas udara di Kabupaten Polewali Mandar dan daerah sekitarnya kini mengalami penurunan yang sangat drastis akibat paparan polusi tersebut. Berdasarkan pandangan visual di lapangan, udara di kawasan ini sudah masuk dalam kategori tidak sehat bagi manusia. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat luas akan ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang bisa menyerang kapan saja.

Pemandangan mencolok dan tidak biasa terlihat sangat jelas di sepanjang jalan lintas barat Kabupaten Polewali Mandar. Kepulan kabut asap tebal tampak menutupi pandangan, menciptakan suasana temaram bak mendung meski matahari seharusnya bersinar terik. Kondisi ini membuat para pengguna jalan raya harus ekstra waspada saat memacu kendaraannya di jalur padat tersebut.

Dampak paling nyata langsung dirasakan oleh para pengendara akibat jarak pandang yang sangat terganggu. Visibilitas yang sangat terbatas di jalan lintas barat memaksa para pengemudi menyalakan lampu utama kendaraan di siang hari bolong demi menghindari risiko kecelakaan. Sejumlah pengendara sepeda motor juga terlihat memelankan laju kendaraannya saat melintasi kawasan yang tertutup asap pekat.

Menghadapi kualitas udara yang kian memburuk, kesadaran masyarakat untuk melindungi diri secara mandiri mulai meningkat tajam. Mayoritas warga dan pengendara yang beraktivitas di luar rumah kini terlihat sudah menggunakan masker sebagai langkah antisipasi utama. Masker telah menjadi perlengkapan wajib bagi mereka yang harus tetap bekerja dan mencari nafkah di tengah kepungan asap karhutla.

Selain di kawasan jalan raya lalu lintas utama, kabut asap juga terlihat menutupi berbagai fasilitas publik dan pusat keramaian warga. Kawasan stadion dan Sport Center Polewali Mandar yang biasanya dipenuhi oleh masyarakat kini diselimuti oleh lapisan asap kelabu. Pemandangan di lokasi fasilitas olahraga tersebut menjadi buram, membuat sebagian warga mengurungkan niat untuk beraktivitas fisik.

Amri, salah seorang warga setempat yang kerap berolahraga di area Sport Center Polewali Mandar, mengungkapkan kecemasannya secara langsung atas fenomena ini. Ia merasa sangat khawatir karena niat awalnya untuk mencari kesehatan justru berpotensi mendatangkan penyakit akibat menghirup udara yang kotor. Menurutnya, udara yang dihirup saat ini terasa sangat buruk, menyengat, dan membuat tenggorokan merasa tidak nyaman.

Menyikapi kondisi lingkungan yang semakin darurat, instansi terkait di lingkungan pemerintah daerah setempat tidak tinggal diam dan langsung mengambil tindakan. Para petugas langsung diturunkan ke lapangan untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat luas yang melintas di jalan-jalan utama. Selain pembagian masker, tim gabungan juga gencar memberikan sosialisasi mengenai bahaya polusi udara kepada warga sekitar.

Upaya pemantauan udara secara keilmuan juga terus diupayakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar. Pejabat DLHK Kabupaten Polewali Mandar, Syarifuddin, menyampaikan bahwa pihaknya telah memasang sejumlah alat pemantau kualitas udara di berbagai titik strategis. Sampel udara yang berhasil ditangkap oleh alat tersebut nantinya akan dikirim langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk dianalisis lebih lanjut secara laboratorium.

Lebih lanjut, Syarifuddin juga memberikan instruksi serta imbauan tegas terkait keselamatan warga di tengah masa tunggu hasil uji laboratorium tersebut. Ia mengimbau seluruh masyarakat Polewali Mandar untuk sebisa mungkin mengurangi berbagai aktivitas di luar ruangan yang dirasa tidak terlalu mendesak. "Jika memang terpaksa harus keluar rumah untuk urusan penting, warga wajib menggunakan masker yang layak agar terhindar dari paparan partikel udara berbahaya," jelasnya.

Situasi udara di wilayah ini nyatanya juga semakin diperparah oleh kemunculan titik api lokal yang diakibatkan oleh teriknya musim kemarau. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar, kebakaran lahan warga juga terjadi di beberapa wilayah kecamatan setempat dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini memaksa pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat dan membentuk satuan tugas untuk berjibaku memadamkan api.

Melihat situasi lingkungan yang semakin mengancam kesehatan dan kenyamanan hidup, masyarakat kini menaruh harapan besar kepada tindakan nyata pemerintah pusat maupun daerah. Warga berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi dan memadamkan sumber karhutla di Kalimantan secara permanen, sekaligus menangani titik api lokal dengan tuntas. Penanganan yang cepat dan komprehensif sangat dinantikan agar langit Polewali Mandar dapat kembali bersih dan warganya bisa bernapas lega.[SB.101/R]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰