SARIBERITA.ID– Suasana duka yang mendalam menyelimuti kota Bukavu, Republik Demokratik Kongo (DRC) bagian timur, pada Senin lalu. Warga setempat dan para keluarga yang berduka berkumpul untuk memakamkan puluhan jenazah akibat peristiwa kebakaran dahsyat yang baru saja melanda wilayah tersebut.
Insiden tragis ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 29 orang dan menyebabkan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka. Sangat memilukan, sebagian besar dari korban jiwa dalam musibah kebakaran ini diidentifikasi sebagai anak-anak usia sekolah.
Prosesi penghormatan terakhir bagi para korban berlangsung dengan penuh kepiluan. Deretan peti jenazah tampak berjejer di dalam sebuah gereja setempat. Keluarga korban tak kuasa menahan isak tangis duka sebelum para pelayat akhirnya mengangkat dan membawa jenazah-jenazah tersebut menuju tempat peristirahatan terakhir.
Kisah memilukan datang dari salah seorang Orang Tua Korban (nama spesifik tidak disebutkan dalam tayangan) yang membagikan kesaksiannya saat mencari sang buah hati di tengah kekacauan. Ia menuturkan bagaimana dirinya langsung bergegas menuju pusat kesehatan setempat setelah kejadian berlangsung.
"Di situlah saya melihat anak saya dibawa keluar dari rumah sakit dengan tubuh terbungkus kain," ungkap orang tua korban tersebut.
Menyikapi tragedi mematikan yang merenggut puluhan nyawa ini, Cornelie Nanga, yang menjabat sebagai Koordinator AFC M23, turut angkat bicara. Ia menyampaikan seruan khusus kepada seluruh warga Bukavu dan rakyat Kongo pada umumnya untuk bersatu dan saling membantu demi mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.
Dalam imbauannya, Cornelie Nanga meminta masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi yang nyata. "Mulai hari ini, mari kita putuskan untuk berdiri bersama, saling menjaga, dan mengambil tindakan guna menekan angka musibah seperti ini agar tidak kembali menimpa kita," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari warga untuk selalu menjaga keselamatan lingkungan sekitar. Menurut Nanga, ketika sebuah bencana atau kelalaian terjadi, masyarakat itu sendiri yang pada akhirnya akan menjadi pihak pertama yang terdampak dan menjadi korban.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar