SARIBERITA.ID– Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, berujung pada bencana alam. Tanah longsor dilaporkan melanda kawasan Desa Sanehen, Kecamatan Silihnara pada Minggu sore, mengakibatkan satu orang anak meninggal dunia dan tujuh orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa nahas tersebut menimpa kediaman milik seorang warga bernama Saraini. Saat kejadian berlangsung, rumah tersebut tengah menjadi tempat berkumpul bagi anggota keluarga besar untuk berlindung di tengah cuaca buruk. Derasnya hujan yang mengguyur tanpa henti memicu pergerakan tanah, hingga akhirnya tebing yang berada tepat di bagian belakang rumah longsor dan menerjang bangunan dengan tiba-tiba.
Saraini, Pemilik Rumah sekaligus Korban Selamat, menuturkan detik-detik mengerikan saat material tanah menghantam kediamannya. Menurut penjelasannya, saat itu seluruh anggota keluarga sedang berada di dalam rumah, sementara korban yang meninggal dunia sedang dalam kondisi tertidur.
"Pertamanya kami semua kumpul di sini, keluarga berkumpul karena di luar hujan deras sekali. Kami di dalam semua, ada yang tidur karena hujan sudah berlangsung lama. Tiba-tiba terdengar suara dentuman dan material tanah langsung menerjang rumah," ungkap Saraini saat menceritakan kronologi kejadian.
Akibat terjangan material longsor dan hancurnya struktur bangunan, seorang anak yang baru berusia sembilan tahun meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tujuh anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka yang cukup serius, termasuk beberapa di antaranya mengalami patah tulang akibat tertimpa puing-puing rumah.
Terkait penanganan para korban, Saraini menjelaskan bahwa keluarga yang selamat dan terluka langsung dievakuasi untuk mendapatkan tindakan medis darurat.
"Kakak saya sudah dibawa dan dirujuk ke Banda Aceh. Sebagian korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Datu Beru, sementara sebagian keluarga yang tersisa mengurus jenazah korban yang meninggal tadi," tambahnya.
Musibah longsor di Desa Sanehen ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Peristiwa ini juga menjadi pengingat sekaligus peringatan bagi masyarakat yang bermukim di dekat area tebing curam untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Aceh Tengah.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar