SARIBERITA.ID Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hingga saat ini masih terus terjadi dan semakin mengkhawatirkan. Api kini tidak hanya melahap kawasan hutan, tetapi juga mulai mengancam sumber penghidupan warga.
Di Kampung Transbangun, Kecamatan Sambaliung, sejumlah titik api dilaporkan terus bermunculan sejak Senin sore. Kobaran api terpantau menjalar dan berada sangat dekat dengan area persawahan.
Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan masyarakat setempat, khususnya para petani. Mereka sangat khawatir dan dibayangi ancaman gagal panen apabila api terus merambat dan menghanguskan lahan pertanian mereka.
Merespons ancaman tersebut, warga dengan cepat melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Saat ini, Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla tengah berjibaku di lapangan untuk memadamkan api. Upaya penyekatan dan pemadaman intensif terus dilakukan guna mencegah kobaran api meluas dan merusak lahan pertanian warga.
Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, masih terpantau sebanyak 497 titik panas (hotspot) pada Senin, 31 Agustus kemarin.
Meskipun jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 778 titik panas, Berau masih mencatatkan angka titik panas tertinggi di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Hingga berita ini diturunkan, para petugas gabungan terus disiagakan di berbagai wilayah rawan Karhutla, terutama di kawasan yang memiliki lapisan gambut tebal, untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar