Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Tak Mau Menyerah pada Stroke di Usia Muda, Dwi Mega Bagikan Kisah Pemulihannya Lewat Terapi Modern


SARIBERITA.ID,CIANJUR Stroke tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga bisa merenggut masa muda seseorang. Hal ini dialami langsung oleh Dwi Mega, yang terserang stroke di usia yang sangat belia, yakni 23 tahun. Setelah 16 tahun berjuang untuk pulih dari kelemahan fisik terutama di sisi kiri tubuhnya, Mega kini membagikan perkembangan kesehatannya yang kian membaik berkat kemauan keras dan bantuan teknologi medis modern.

(Body) Dalam sebuah program bincang kesehatan, Mega mengungkapkan bahwa bertahun-tahun lamanya ia kesulitan beraktivitas normal, termasuk untuk mandi atau berjalan menyeimbangkan tubuh akibat kelemahan otot sebelah kiri. Namun, belakangan kondisinya mengalami kemajuan pesat. "Dulu tanganku yang kiri kaku banget, cuma bisa diangkat sedikit. Sekarang puji Tuhan sudah bisa digerakkan ke atas, lebih kooperatif, dan sudah tidak pernah pusing-pusing lagi," ungkap Mega bahagia. Tidurnya pun kini lebih nyenyak dan bangun pagi tanpa rasa kaku pada tubuh.

Perubahan positif ini juga terekam secara medis. Tekanan darahnya yang sempat berada di angka 127/80 turun menjadi 110/70. Kadar kolesterolnya pun turun dari 225 menjadi 172. Praktisi Kesehatan, Yoyo, memaparkan bahwa Mega rutin memadukan terapi dari luar maupun dalam. Salah satunya menggunakan teknologi laser berintensitas rendah, penggunaan alat Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES), hingga intranasal secara rutin. "Teknologi laser ini membantu mengubah gula darah, kolesterol, dan asam urat menjadi energi, sehingga kualitas darah serta pembuluh darah semakin optimal. Sementara NMES berfungsi melatih otot yang lemah agar kembali berfungsi normal," jelas Yoyo.

Tak hanya itu, masalah keseimbangan yang sering menghantui pasien stroke juga perlahan teratasi. Mega, yang biasanya selalu bergantung pada tongkat saat berjalan, kini merasa lebih percaya diri setelah menggunakan korset medis khusus. Praktisi Kesehatan, Boy, menambahkan bahwa sekitar 80 persen orang pasca-stroke mengalami gangguan keseimbangan. Penggunaan korset medis ini sangat esensial karena menopang stabilitas tulang belakang sekaligus mencegah risiko jatuh yang berbahaya bagi penderita stroke.

Mega berpesan agar anak muda zaman sekarang tidak mengabaikan kesehatan atau sekadar menyepelekan rasa sakit. "Jangan sampai kecolongan dan menyesal. Kalau ada sinyal tubuh yang tidak enak, langsung cek ke dokter," pesannya mengingatkan masyarakat akan pentingnya mendeteksi penyakit sedini mungkin.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰