SARIBERITA.ID,Banyak orang beranggapan bahwa masalah pada jantung akan langsung tuntas sepenuhnya setelah pasien menjalani operasi pemasangan ring. Namun faktanya, tindakan medis tersebut bukanlah akhir dari perawatan maupun jaminan terbebas dari penyakit jantung di kemudian hari.
Hal tersebut dibahas secara mendalam dalam program bincang kesehatan bersama pemandu acara Ronald Surapradja. Praktisi Kesehatan, Nova, menjelaskan bahwa pemasangan ring jantung (stent) dilakukan di pembuluh darah koroner dengan tujuan utama untuk melancarkan aliran darah menuju otot jantung, sehingga keluhan seperti sesak dan nyeri dada dapat berkurang.
Meskipun aliran darah sudah ditangani, Nova menekankan bahwa akar penyakit tersebut masih mengintai jika gaya hidup pasien tidak diubah. "Ring jantung bukan artinya penyakit itu sudah selesai. Apabila faktor risikonya seperti kolesterol tetap tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kebiasaan merokok terus dilanjutkan, hal itu akan meningkatkan faktor risiko penyakit jantung berulang," tegas Nova. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pasien tetap melakukan pola makan sehat, menjaga kualitas tidur, mengelola stres, dan tetap berolahraga sesuai dengan kapasitas fisiknya.
Pengalaman ini dialami langsung oleh Low Ko (akrab disapa Engkong), seorang lansia berusia 78 tahun yang pernah terkena serangan jantung. Ia mengaku bahwa sewaktu muda dirinya sangat gemar mengonsumsi makanan berlemak tinggi serta memiliki riwayat hipertensi yang menahun. "Waktu itu sehabis mandi, napas rasanya berat dan sakit. Begitu diperiksa, saya disuruh pasang tiga ring karena ada penyumbatan, tapi akhirnya saya pasang satu," ungkap Low Ko.
Kini, Low Ko sadar betul bahwa ring di jantungnya bukan sekadar "lampu hijau" untuk kembali ke gaya hidup lama. Di usianya yang hampir menginjak 80 tahun, ia tetap bugar dan aktif karena disiplin menjaga gaya hidup, mulai membatasi asupan berlemak, hingga mengandalkan terapi pendukung menggunakan teknologi laser dan intranasal secara rutin yang membantunya mendapatkan tidur berkualitas serta menjaga tekanan darahnya.
Di sisi lain, Praktisi Kesehatan, Anita, juga menyoroti pentingnya gerak tubuh bagi pasien jantung maupun lansia. Anita merekomendasikan olahraga ringan yang aman untuk penderita jantung, yaitu marching in place atau jalan di tempat secara bergantian dengan mengangkat lutut tanpa berpindah tempat. Latihan ini berguna untuk melatih otot jantung dan paru-paru (kardiorespirasi) memompa darah beroksigen ke seluruh tubuh dengan lebih baik.
Menjadi tua adalah sebuah kepastian, tetapi menjadi tua dengan sehat dan bugar merupakan sebuah pilihan hidup. Pemasangan ring bisa menjadi penolong di kondisi gawat darurat, namun menjaga kualitas darah dan pembuluh darah lewat pola hidup yang sehat adalah kunci paling utama untuk mendapatkan usia yang panjang dengan kesehatan yang berkualitas.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar