SARIBERITA.ID,MEDAN – Provinsi Sumatera Utara sukses menjadi tuan rumah yang gemilang sekaligus menorehkan prestasi gemilang sebagai juara umum dalam perhelatan Internasional Taiji Open Championship 2026. Kejuaraan seni bela diri tradisional berskala internasional ini diselenggarakan dengan meriah di Kota Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 25 hingga 26 September 2026 lalu.
Ajang kompetisi bergengsi ini memperebutkan total 400 medali serta Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara. Tingginya antusiasme terlihat dari partisipasi kontingen yang berasal dari 11 provinsi di Indonesia, di antaranya Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, serta tuan rumah Sumatera Utara. Tak hanya dari dalam negeri, kompetisi ini juga diikuti oleh para atlet mancanegara yang datang dari Kamboja dan Korea Selatan.
Setelah melewati dua hari masa pertandingan yang kompetitif, kontingen Sumatera Utara berhasil mendominasi arena dan mengunci gelar juara umum. Tuan rumah sukses memborong 32 medali emas, 66 medali perak, dan 81 medali perunggu. Atas raihan fantastis tersebut, Sumatera Utara berhak membawa pulang Piala Bergilir Gubernur, trofi juara umum, serta uang tunai sebesar Rp20 juta.
Sementara itu, posisi juara kedua ditempati oleh kontingen Provinsi Jawa Barat yang berhasil mengumpulkan 19 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Adapun peringkat ketiga diraih oleh kontingen Jawa Timur dengan torehan 17 medali emas, 4 perak, dan 6 perunggu.
Hadir meninjau langsung jalannya kompetisi, Wang Siping, selaku Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat, sportivitas, serta teknik memukau yang ditunjukkan oleh para peserta. Ia mengaku sangat gembira melihat olahraga tradisional Tiongkok tersebut semakin memasyarakat di Indonesia.
"Taiji memang berasal dari Tiongkok, namun kini telah menyebar ke seluruh dunia. PBB bahkan telah menetapkan tanggal 21 Maret, yang bertepatan dengan ekuinoks musim semi, sebagai Hari Taiji Internasional. Kami menyadari bahwa Taiji bukan sekadar olahraga untuk kebugaran fisik, melainkan di dalamnya terkandung nilai-nilai filosofi dan budaya Tiongkok yang sangat kaya. Kami berharap melalui kegiatan Taiji ini, pemahaman masyarakat lokal terhadap budaya Tiongkok dapat semakin dalam, sehingga mampu mempererat persahabatan dan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia," ungkap Wang Siping dalam keterangannya.
Terselenggaranya kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi dan dorongan dari Asosiasi Taijiquan Indonesia wilayah Timur bersama dengan pihak komite olahraga Sumatera Utara. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, melainkan diharapkan menjadi platform bagi para pecinta Taiji untuk bertukar pengalaman dan membina bibit-bibit unggul.
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Panitia Penyelenggara, menjelaskan bahwa dukungan penuh telah diberikan untuk memastikan kesuksesan kejuaraan yang turut melestarikan nilai-nilai budaya tersebut.
"Kita baru pertama kali melakukan event tersebut, ya kita lihat bahwa antusiasmenya luar biasa di Indonesia. Kami sangat mendukung event ini yang juga bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya, di mana olahraga Taiji ini juga sudah diakui dan didukung pengembangannya oleh Pemerintah Indonesia," pungkasnya.
Pihak penyelenggara dan pemerintah provinsi berharap ke depannya ajang kompetisi Taiji ini dapat diperluas lagi skalanya, dengan dukungan dana pembinaan olahraga yang berkelanjutan demi memajukan perkembangan Taiji di Sumatera Utara dan Indonesia.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar