SARIBERITA.ID — Sebuah ledakan dengan skala besar kembali mengguncang Kota Al Mansouri yang terletak di wilayah Lebanon Selatan. Insiden menegangkan ini terjadi di tengah operasi militer pasukan Israel yang dilaporkan terus berlanjut terhadap sejumlah situs yang diklaim memiliki keterkaitan dengan kelompok Hizbullah.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam lantaran serangan tetap terjadi meskipun perjanjian gencatan senjata antara pihak-pihak yang berkonflik masih berstatus aktif dan berjalan.
Ledakan dahsyat tersebut memicu kepulan asap pekat dan tebal yang membumbung sangat tinggi hingga menutupi sebagian besar wilayah di sekitarnya. Kuatnya skala detonasi dari ledakan itu bahkan memicu getaran yang terasa sangat jelas hingga menjangkau wilayah Kota Tyre (Tirus) serta sejumlah desa di sekitarnya.
Menyikapi insiden ini, media lokal setempat secara terbuka menuduh pasukan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas ledakan yang terjadi.
Secara terpisah, pihak Tentara Lebanon juga merilis pernyataan sikap. Institusi militer Lebanon tersebut dengan tegas menuduh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari negara pendudukan tersebut telah melanggar batas kedaulatan negara Lebanon, sekaligus mencederai komitmen perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati.
Di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas, upaya diplomasi terus diupayakan. Proses negosiasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat dijadwalkan akan kembali dilanjutkan di Roma, Italia, pada bulan Oktober mendatang.
Pertemuan dan pembicaraan tingkat tinggi ini diharapkan dapat berfokus untuk membahas beberapa agenda krusial, di antaranya proses penarikan mundur pasukan Israel, rencana pengerahan tentara nasional Lebanon di wilayah perbatasan, serta penanganan terkait persenjataan milik kelompok Hizbullah.
Terkait perundingan tersebut, otoritas Lebanon tetap bersikeras pada tuntutan mutlak mereka, yakni penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari wilayah kedaulatan Lebanon. Di sisi seberang, pihak Israel menegaskan bahwa segala bentuk kekhawatiran terkait keamanan dan keselamatan wilayah mereka harus dijamin serta ditangani terlebih dahulu sebelum kesepakatan lebih lanjut dapat direalisasikan.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar