SARIBERUTA.ID - Antusiasme tinggi dari para pencinta olahraga lari mewarnai dua perhelatan tingkat nasional yang digelar pada pekan ini di dua kota berbeda. Ribuan masyarakat tumpah ruah meramaikan ajang Patonro Elite Run TNI ke-81 di Makassar dan sesi pemanasan bertajuk "Road to Vertical Run 2026" di Jakarta. Kedua acara ini sukses memberikan wadah bagi warga untuk menyalurkan hobi sekaligus menguji ketahanan fisik melalui konsep perlombaan yang unik.
Di wilayah Makassar, kemeriahan terpusat pada ajang Patonro Elite Run yang diselenggarakan langsung oleh jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. Perhelatan akbar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini berlangsung dengan sangat masif. Tercatat ada sebanyak 7.092 peserta dari berbagai kalangan yang antusias berpartisipasi dan memadati garis mula perlombaan lari tersebut.
Sesuai dengan nama acaranya, terdapat keunikan tersendiri di mana seluruh peserta lari mengenakan atribut penutup kepala tradisional khas suku Bugis-Makassar yang dikenal dengan nama Patonro atau Pasapu. Penggunaan Patonro dalam ajang olahraga massal ini bukan sekadar hiasan, melainkan dimaknai secara mendalam sebagai simbol loyalitas, keteguhan, semangat pantang menyerah, keberanian, dan kesetiaan masyarakat.
Menanggapi kesuksesan acara tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyebutkan bahwa tingginya antusiasme peserta menjadi gambaran nyata besarnya minat warga terhadap olahraga sekaligus kecintaan terhadap budaya lokal. "Besar harapan saya untuk kegiatan lari ini bisa mendekatkan antara TNI dan rakyat," ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko terkait acara yang melombakan kategori lari 10 kilometer, 5 kilometer, dan VIP 3 kilometer tersebut.
Sementara itu di Ibu Kota Jakarta, keseruan olahraga lari juga terlihat saat Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta menggelar sesi pemanasan jelang kompetisi Vertical Run 2026. Sesi latihan bersama yang dilangsungkan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, ini disambut hangat oleh para pelari yang tengah mempersiapkan stamina untuk turun di ajang utama pada bulan November mendatang.
Peserta sesi pemanasan ini merupakan perwakilan tangguh dari sekitar 40 komunitas lari yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Rombongan pelari tersebut secara resmi dilepas oleh Kepala Seksi Keolahragaan Dispora DKI Jakarta, Asep Rahmat Hidayat. Kehadiran Asep Rahmat Hidayat dalam sesi pelepasan ini dilakukan untuk mewakili Kepala Dispora DKI Jakarta yang sedang berhalangan hadir.
Salah seorang peserta sekaligus perwakilan komunitas lari, Yudi Iskandar, mengaku sangat antusias untuk mengikuti ajang perlombaan lari dengan konsep menanjak yang cukup berbeda ini. "Biasanya kita kan lari di jalan raya atau di alam, nah sekarang kita dihadapkan untuk berlari menaiki anak tangga. Jadi ini sesuatu yang beda, tantangannya baru untuk kita," ungkap Yudi yang juga meyakini perhelatan ini dapat mendukung laju industri pariwisata di Jakarta.
Sebagai informasi, Vertical Run sendiri merupakan ajang lomba lari bergengsi berskala global yang telah diakui secara resmi oleh Tower Running World Association. Pada acara puncaknya nanti, para peserta yang telah berlatih keras ini akan ditantang habis-habisan untuk beradu cepat menaiki sekitar 2.120 anak tangga yang berlokasi di Tower Thamrin Nine, Jakarta Pusat.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar