SARIBERITA.ID — Ketegangan bersenjata yang kembali bergejolak antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi dinilai tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari strategi baru yang tengah dimainkan oleh Iran dan Amerika Serikat.
Analis Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, memaparkan bahwa eskalasi konflik antara Houthi dan Arab Saudi ini terjadi pada fase krusial yang ia ibaratkan sebagai "menit-menit terakhir" dalam perseteruan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat.
"Eskalasi antara Houthi dengan Arab Saudi ini akan semakin menambahkan kompleksitas kerawanan dan sekaligus menambah beban dari perang ini," ujar Hasibullah.
Ia menganalogikan dinamika perang antara Iran dan Amerika Serikat saat ini layaknya sebuah pertandingan sepak bola yang sudah memasuki menit-menit akhir waktu normal, tepatnya sebelum memasuki bulan November mendatang. Menurut Hasibullah, Iran yang sebelumnya sempat tertinggal kini telah berhasil mengimbangi situasi. Namun, sisa waktu menuju November ini memberikan tekanan tersendiri bagi Iran untuk segera memastikan kemenangan di waktu normal.
Hasibullah menilai, jika konflik ini berlarut dan masuk ke fase 'perpanjangan waktu' setelah November, situasinya akan menjadi sangat spekulatif dan tidak menentu. Oleh karena itu, di sisa waktu normal ini, terlihat adanya perubahan taktik yang signifikan dari kedua kekuatan besar tersebut.
Dari sisi proksi Iran, Hasibullah mengamati adanya perubahan taktik militer dari yang awalnya bersifat defensif (bertahan) kini bertransformasi menjadi jauh lebih ofensif (menyerang).
Sebaliknya, Amerika Serikat juga melakukan penyesuaian strategi dengan cara menyamarkan atau seolah menarik mundur peran Israel dari permukaan konflik terbuka. Sebagai gantinya, Arab Saudi kini didorong untuk tampil lebih dominan ke garis depan.
"Yang justru tampil ke permukaan adalah Arab Saudi. Tentu memang agak ada kompleksitas tersendiri, karena keterlibatan Arab Saudi dalam perang dengan Houthi di Yaman itu menjadi semacam 'anak konflik' atau konflik tersendiri," pungkas Hasibullah.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar