SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan politik Partai Demokrat dan peran krusial Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memajukan iklim demokrasi nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi dinamika perpolitikan sekaligus mengapresiasi tema besar perjuangan Partai Demokrat.
Presiden Prabowo secara khusus merespons pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang sebelumnya sempat dinilai oleh beberapa kalangan sebagai sebuah kritik yang tajam. Alih-alih keberatan, Prabowo justru memuji pidato tersebut sebagai sebuah penyampaian yang sistematis dan tegas.
"Memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato Pak AHY beberapa hari yang lalu katanya adalah kritik tajam. Tapi saudara-saudara, memang bangsa yang besar, yang sudah memilih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi," tegas Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Kepala Negara menyatakan rasa senangnya terhadap tema yang diusung oleh Partai Demokrat, yakni memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi agar tetap hidup. Ia menegaskan bahwa poin-poin tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diperjuangkan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengenang kembali perjuangan politik bersama Presiden Republik Indonesia ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang rela turun gunung berkampanye bersama. Ia menyoroti kesamaan latar belakang mereka berdua sebagai purnawirawan Jenderal TNI yang sejak awal dididik sebagai tentara rakyat.
Menurut Prabowo, SBY adalah figur teladan yang menunjukkan bagaimana seorang prajurit melanjutkan pengabdiannya di bidang politik melalui jalur demokrasi yang konstitusional.
"Pak SBY memberi contoh; pensiun keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat mendapat mandat. Kalau nyontek yang baik boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat, empat kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga," ucap Prabowo.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo menyanjung sikap elegan dan kebesaran jiwa Partai Demokrat yang tidak pernah merusak tatanan demokrasi, terlepas dari posisinya yang pernah berada di puncak kekuasaan maupun saat berada di luar pemerintahan.
"Waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki, tidak bakar-bakar. Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi," pungkasnya.[SB.104/Pebri]




0 Komentar