Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Hadiri Puncak HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Rukun dalam Berdemokrasi


 SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dirangkai dengan perayaan ulang tahun ke-77 Presiden ke-6 RI sekaligus pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pidato kebangsaannya, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya kedewasaan berpolitik serta optimisme menyambut masa depan Indonesia Raya.

Hadir tanpa menggunakan teks pidato formal, Presiden Prabowo langsung memberikan apresiasi terhadap pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menilai penyampaian AHY sangat sistematis, tegas, dan sarat akan itikad baik untuk bekerja demi rakyat.

Terkait adanya anggapan bahwa pidato AHY sebelumnya memuat kritik tajam kepada pemerintah, Prabowo justru meresponsnya dengan kebesaran jiwa. "Bangsa yang besar, yang sudah memilih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap tema besar yang diusung Partai Demokrat, yakni memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, dan menjaga agar demokrasi tetap hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengenang kembali masa-masa kebersamaannya dengan SBY sejak di Akademi Militer. Ia menyebut SBY sebagai taruna terbaik pada masanya. Keduanya memiliki kesamaan latar belakang sebagai purnawirawan Jenderal TNI yang sejak awal dididik sebagai tentara rakyat.

Presiden Prabowo memuji rekam jejak SBY yang telah memberikan contoh nyata transisi pengabdian militer ke jalur politik yang konstitusional.

"Pak SBY memberi contoh; pensiun keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat mendapat mandat. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat, empat kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga," ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih lanjut, Prabowo memuji sikap elegan Partai Demokrat yang tidak pernah merusak tatanan demokrasi melalui caci maki atau aksi anarkis ketika sedang berada di luar pemerintahan. Sikap legawa tersebut, menurutnya, merupakan wajah asli demokrasi Indonesia yang harus terus dipertahankan—di mana berbagai warna politik bisa bersaing dan saling mengkritik, namun tetap rukun bersahabat.

Menatap masa depan, Kepala Negara memaparkan besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia, sebuah negara kepulauan besar yang mengelola lebih dari 300.000 sekolah. Namun, ia sangat optimistis dengan proyeksi pakar dan institusi global yang memprediksi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2050.

Mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo menitipkan estafet kepemimpinan bangsa kepada generasi muda.

"Tahun 2050 adalah masanya yang muda-muda. Pak SBY dan saya, ibaratnya kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda untuk naik, mengambil alih tanggung jawab, dan meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia," tutup Presiden Prabowo Subianto.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰