SARIBERITA.ID, Quezon City - Gelombang unjuk rasa mahasiswa melanda sejumlah wilayah di Filipina[cite: 2]. Ratusan mahasiswa dari Universitas Filipina Diliman yang berlokasi di Quezon City turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan keras terhadap maraknya praktik korupsi di lingkungan pemerintah serta rencana pemotongan anggaran pendidikan[cite: 2].
Dalam aksi demonstrasi serentak ini, para mahasiswa menegaskan bahwa tindak pidana korupsi di Filipina tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai kejahatan individu, melainkan sudah menjadi persoalan krusial yang berkaitan erat dengan sistem dan lembaga pemerintahan itu sendiri[cite: 2]. Oleh karena itu, mereka menuntut adanya perubahan yang menyeluruh dari pemerintah[cite: 2]. Massa juga secara tegas mendesak agar pihak-pihak yang dinilai terlibat dalam praktik korupsi untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya[cite: 2].
Selain menyuarakan isu korupsi, fokus utama demonstrasi ini adalah memprotes rencana pemangkasan anggaran pendidikan untuk tahun 2027[cite: 2]. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Fatma Ayu selaku Pembawa Acara Headline News, pihak dewan mahasiswa menyoroti potensi kerugian besar yang akan dialami oleh sektor pendidikan akibat kebijakan rancangan anggaran nasional tersebut[cite: 2].
"Dewan Mahasiswa UP Diliman menyebutkan bahwa sistem Universitas Filipina berpotensi mengalami pemotongan anggaran sekitar 2,95 miliar peso dalam rancangan anggaran nasional ini," jelas Fatma Ayu dalam laporannya[cite: 2]. [SB.102/CAHAYA]
0 Komentar