Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Program Baru Pemerintah: Warga Usia 17 Tahun Akan Langsung Dibuatkan Rekening Bank Bersaldo Rp50 Ribu

 


SARIBERITA.ID| Pemerintah dalam waktu dekat akan meluncurkan program baru yang menyasar inklusi keuangan masyarakat secara masif. Melalui program ini, seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menginjak usia 17 tahun akan secara otomatis dibuatkan rekening bank.

Untuk merealisasikan program berskala nasional ini, pemerintah telah menyiapkan proyeksi anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan hal tersebut saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan pada hari Rabu. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan menggandeng dua bank Himbara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Kedua bank tersebut akan bertugas menyiapkan pembukaan rekening bagi WNI berusia 17 tahun ke atas, yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 200 juta jiwa. Menariknya, setiap rekening baru ini nantinya akan langsung terisi saldo awal sebesar Rp50.000.

Airlangga memastikan bahwa saldo awal tersebut berstatus sebagai hak milik nasabah dan dapat ditarik kapan saja, sehingga tidak menjadi dana yang sekadar mengendap di bank. Tujuan utama dari pembukaan rekening massal ini adalah untuk mempermudah integrasi dan penyaluran berbagai program pemerintah ke depannya.

"Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah, jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI," jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Terkait warga yang mungkin sudah memiliki lebih dari satu rekening (multiple accounts) sebelumnya, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan penyesuaian data, namun mereka dipastikan akan tetap mendapatkan haknya.

Mengenai jadwal peluncuran (roll-out) program ini, Airlangga menyatakan bahwa skema persiapannya akan segera dimatangkan bersama dengan otoritas terkait.

"Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll-out-nya kita akan bahas dengan BI (Bank Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," tambahnya.

Mengingat besarnya skala program yang menyasar ratusan juta penduduk, penyaluran anggaran dari APBN serta pembukaan rekening tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap. Rincian lebih lanjut mengenai tahapan pencairan dan mekanisme teknisnya saat ini masih terus digodok bersama BI dan OJK.[SB.101/R]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰