SARIBERITA.ID- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terus melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat kembali berdampak buruk pada kualitas udara. Hingga saat ini, kabut asap pekat dilaporkan masih menyelimuti kawasan Kota Pontianak dan sekitarnya.
Tebalnya kabut asap membuat langit Kota Pontianak kini terlihat berwarna abu-abu akibat polusi udara yang meningkat tajam. Kondisi ini mulai mengkhawatirkan bagi kesehatan dan keselamatan warga setempat.
Berdasarkan data dari laman pemantau kualitas udara, IQAir, kualitas udara di Kota Pontianak saat ini telah masuk dalam kategori "Berbahaya". Polutan utama yang mencemari udara di kota tersebut adalah partikel halus PM 2.5, yang sangat rentan masuk ke dalam saluran pernapasan.
Selain berdampak pada kesehatan, asap tebal yang menyelimuti kota juga menyebabkan jarak pandang (visibility) menjadi sangat terbatas, yakni hanya kurang dari 1 kilometer. Kondisi ini tentu saja mengganggu berbagai aktivitas harian masyarakat, terutama bagi para pengguna jalan raya.
Dampak karhutla ini juga berimbas pada sektor pendidikan. Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah masih terpaksa dilakukan secara daring (online). Kebijakan ini akan terus diberlakukan hingga kondisi kabut asap membaik dan udara kembali aman untuk dihirup oleh para siswa.
Sementara itu, upaya penanganan karhutla masih terus dilakukan secara intensif. Para petugas di lapangan terus berjibaku dan bekerja keras untuk melakukan pemadaman titik-titik api yang masih menyala di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
[SB.103/Riskph]




0 Komentar