Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi yang Terlibat Pembakaran Hutan Sengaja


 SARIBERITA.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya temuan indikasi unsur kesengajaan dalam rentetan peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia. Temuan tersebut bahkan mengarah pada dugaan praktik bayaran untuk melakukan pembakaran secara sengaja.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya menemukan fakta mencengangkan di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa di Jambi, telah ditangkap seorang pelaku pembakaran hutan yang mengaku disuruh dan hanya diberi upah sebesar lima ratus ribu rupiah untuk melancarkan aksinya.

Selain di Jambi, Letjen TNI Suharyanto juga melaporkan temuan mencurigakan di Kalimantan Barat. Ia memaparkan adanya lokasi lahan yang baru saja terbakar, namun dalam waktu singkat langsung berubah menjadi area rencana penanaman pohon kelapa sawit.

Merespons laporan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian yang sangat serius. Presiden menegaskan bahwa fenomena peralihan fungsi lahan yang sangat cepat dari lahan terbakar menjadi perkebunan tersebut merupakan indikasi kuat adanya unsur kesengajaan. Beliau mendesak agar penyelidikan mendalam segera dilakukan untuk memastikan apakah tindakan tersebut murni dilakukan oleh oknum masyarakat atau justru didalangi oleh pihak korporasi.

Secara tegas, Presiden Prabowo menginstruksikan agar nama-nama perusahaan atau korporasi yang diduga kuat terlibat segera diserahkan langsung kepadanya.

"Saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya. Nanti akan saya minta Menteri Kehutanan, Menteri ATR, dan juga Satgas PKH untuk menilai. Kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya kita cabut," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tegas ini diambil pemerintah sebagai wujud komitmen dalam menindak para pelaku kejahatan lingkungan yang merugikan negara dan masyarakat luas akibat kabut asap dan kerusakan ekosistem.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰