Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Prabowo Subianto Instruksikan Jajaran Hindari Utang, Tolak Tawaran Pinjaman IMF dan Bank Dunia


SARIBERITA.ID
– Pemerintah Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap utang luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan langkah tegas pemerintah menolak tawaran pinjaman bernilai fantastis dari lembaga keuangan internasional, yakni Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank).

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Prabowo Subianto (Presiden Republik Indonesia) saat menghadiri acara penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.

Dalam pidatonya, Presiden menceritakan bahwa tawaran utang tersebut datang ketika Purbaya (Menteri Keuangan Republik Indonesia) melakukan kunjungan kerja ke Washington D.C., Amerika Serikat, pada bulan April 2026 lalu. Tawaran pinjaman yang disodorkan oleh IMF dan Bank Dunia tersebut diperkirakan mencapai 20 miliar hingga 30 miliar Dolar Amerika Serikat, atau setara dengan Rp342 triliun hingga Rp514 triliun.

Tawaran tersebut muncul di tengah eskalasi ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Meski berada di tengah gejolak global, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menolak suntikan dana tersebut dengan alasan Indonesia belum membutuhkan tambahan utang dari lembaga keuangan internasional.

"Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Kalau ajak investasi, boleh, Saudara-saudara. Kalaupun kita terpaksa pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya agar berhati-hati dalam mengelola keuangan negara dan tidak sembarangan mengambil utang.

"Saya kira kemarin, beberapa bulan yang lalu, sempat kaget Menteri Keuangan kita di Washington D.C. ditawari pinjaman dari IMF. Kita tolak, terima kasih. Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF," tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto (Presiden Republik Indonesia) menegaskan bahwa fokus utama dari strategi transformasi bangsa yang saat ini ia pimpin adalah untuk kesejahteraan rakyat, bukan menambah beban utang.

"Fokus perhatian dan tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang sekarang saya pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Kita harus berani, dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya. Saya yakin dan percaya kita akan berhasil," pungkasnya dengan nada optimis.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital