Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Berjuang Lawan Stroke dan Prediabetes, Dina Sukses Kembalikan Kualitas Hidup Lewat Kedisiplinan

 


SARIBERITA.ID,
Jakarta - Sering kali tanda-tanda kecil atau sinyal dari tubuh diabaikan begitu saja, padahal dampaknya bisa sangat fatal. Hal inilah yang sempat dialami oleh Dina, seorang penyintas stroke yang secara tiba-tiba mendapati tangannya lemas dan tubuhnya terjatuh hingga kaki kirinya tidak bisa digerakkan sama sekali. Serangan stroke tak terduga tersebut terjadi lantaran riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi) yang ia miliki sebelumnya tidak pernah ditangani dengan meminum obat secara rutin.

Kondisinya semakin menantang karena selain serangan stroke yang melumpuhkan sisi kiri tubuhnya, Dina juga didiagnosis mengalami prediabetes. Terkait kondisi ini, Praktisi Kesehatan, Preti, menjelaskan bahwa pada fase prediabetes, sel tubuh mulai mengalami resistensi sehingga kurang responsif terhadap hormon insulin.

"Permasalahannya adalah hormon insulin tidak hanya mengatur kadar gula darah, tetapi juga memberikan sinyal ke otak bahwa kita sudah cukup makan. Akibat tubuh kurang responsif, hormon lapar dan kenyangnya jadi kacau. Pasien memiliki kecenderungan untuk terus ngemil, sehingga gula darah terus naik dan bisa berkembang menjadi diabetes," papar Preti.

Meski sempat berada di titik terendah dengan keterbatasan fisik, Dina tidak menyerah. Ia memutuskan untuk bangkit dengan mengubah total pola hidupnya. Dina kini disiplin menjalani pola makan yang sehat, rutin melakukan olahraga jalan pagi dan sore, serta memanfaatkan terapi teknologi laser intensitas rendah (NMES) secara teratur di rumah.

Perjuangan dan kedisiplinannya membuahkan kemajuan medis yang sangat signifikan. Indikator kesehatannya membaik secara drastis; kadar kolesterolnya turun dari 209 menjadi 190, tekanan darahnya berangsur normal dari 149/80 menjadi 135/75 (bahkan terkadang menyentuh angka 120), dan yang paling melegakan, gula darahnya turun dari angka prediabetes 147 menjadi stabil di angka normal 99.

Lebih membahagiakan lagi, fungsi motorik Dina kini telah kembali pulih. Tangan dan kaki kirinya yang semula lumpuh kini sudah bisa digunakan untuk beraktivitas normal. Ia sudah bisa berjalan jauh, melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak dan mencuci, hingga memiliki kualitas tidur yang jauh lebih nyenyak tanpa rasa gelisah.

Sebagai tambahan untuk membantu pemulihan para penyintas stroke seperti Dina, Praktisi Kesehatan lainnya, Rita, mengingatkan pentingnya latihan fisik sederhana secara mandiri. Latihan seperti side-stepping atau melangkah ke samping (kiri dan kanan) sangat direkomendasikan karena bermanfaat untuk melatih keseimbangan, menguatkan otot paha dan pinggul, serta mengembalikan koordinasi gerak agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan baik.

[SB.102/CAHAYA] 

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰