SARIBERITA.ID — Gumpalan abu vulkanik dalam skala besar terus membumbung dari kawah timur laut Gunung Etna di Pulau Sicilia, Italia. Dampak dari letusan ini kembali melumpuhkan operasional penerbangan di Bandara Catania selama tiga hari berturut-turut.
Abu vulkanik dari erupsi dahsyat Gunung Etna tersebut telah menyebar luas di langit sekitarnya. Peningkatan aktivitas vulkanik ini terpantau sangat signifikan dengan tinggi kolom letusan mencapai hampir 4 kilometer ke atmosfer atas.
Menyikapi kondisi tersebut, Institut Geofisika dan Vulkanologi Nasional Italia menetapkan kebijakan tegas terkait keselamatan udara. Pihak institut secara resmi mempertahankan peringatan penerbangan pada status merah.
Penutupan operasional di Bandara Catania, yang merupakan salah satu bandara krusial di Italia, berdampak besar pada jadwal perjalanan. Berbagai rute penerbangan terpaksa dialihkan ke sejumlah bandara lain di kawasan Sicilia, di antaranya Bandara Comiso, Palermo, serta Trapani.
Guna mengantisipasi adanya penumpang yang telantar akibat pengalihan rute ini, otoritas regional setempat segera mengambil langkah mitigasi darurat. Otoritas terkait kini telah menambah ribuan kursi kereta api ekstra serta mengerahkan lebih banyak armada bus untuk membantu kelancaran proses mobilitas penumpang antar-bandara.
Gunung Etna sendiri dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Peningkatan aktivitas vulkanik gunung ini yang terjadi secara berkala memang sering kali menjadi penyebab utama gangguan lajur penerbangan di wilayah udara tersebut.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar