Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kreativitas Berbuah Manis, Gulma Danau Dal Kashmir Disulap Jadi Karya Seni Bernilai Ekonomi

 


SARIBERITA.ID SRINAGAR - Gulma yang kerap menjadi masalah lingkungan di perairan Danau Dal, Srinagar, Kashmir, kini berhasil disulap menjadi barang kerajinan tangan bernilai seni dan ekonomi tinggi. Di tangan seorang pengrajin perempuan berbakat, limbah tanaman air yang merusak ekosistem danau tersebut diolah menjadi berbagai produk kreatif yang memukau dan mulai diminati oleh pasar luas.

Samar Irshad, seniman dan pengrajin asal kawasan Srinagar, menceritakan bahwa ide awalnya bermula dari kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan. Ia ingin melihat Danau Dal yang menjadi ikon daerahnya tersebut tetap bersih dan asri demi mendukung peningkatan pariwisata lokal. Ia kemudian mengumpulkan gulma liar dari danau, khususnya jenis rumput nadru (teratai) dan singhara (kacang air), untuk dijadikan bahan baku utama kerajinannya.

"Harapan saya adalah agar Danau Dal tetap bersih, sehingga pariwisata kita juga bisa terus meningkat. Dari sana saya mencoba membuat produk dengan memanfaatkan rumput danau ini. Alhamdulillah, kami mendapatkan keberhasilan dan lambat laun mengerti racikan bahan gulma mana yang paling pas untuk digunakan," ungkap Samar.

Proses pengolahan kerajinan ini membutuhkan ketelatenan yang tinggi. Gulma atau rumput air tersebut awalnya dicetak menggunakan cetakan khusus (mold), lalu dikeringkan hingga 50 persen. Setelah itu, bahan tersebut dipotong, disambung, dan dirapikan sedemikian rupa. Setelah perbaikan bentuk dasar, produk dilapisi untuk memberikan finishing atau hasil akhir yang halus, sebelum akhirnya dilukis menggunakan teknik corak indah kalamkari. Berkat inovasi bahan baku gulma inilah Samar mengaku mulai banyak menerima pesanan dari luar wilayahnya.

Selain memiliki nilai ekologis, Samar juga memegang visi sosial yang kuat bagi kaum perempuan di wilayahnya. Ia berharap kemajuan usahanya bisa memberdayakan sesama perempuan agar memiliki kemandirian finansial. "Banyak gadis muda di sini yang menganggur dan tak sedikit yang menjadi korban depresi. Saya ingin memikirkan nasib mereka agar kelak mereka bisa ikut bekerja dan mendapat penghasilan dari kerajinan ini," tambahnya.

Meski pesanan terus mengalir, kapasitas produksinya saat ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, Samar secara khusus menyampaikan harapannya kepada pemerintah setempat (Gubernur) agar dapat memfasilitasi usahanya dengan bantuan mesin produksi. Ia optimis, kehadiran mesin akan mempercepat produksi, menutupi pesanan yang belum terpenuhi, dan pastinya bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan baru bagi kaum perempuan di Kashmir.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰