Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

KABUT ASAP DAN KEKERINGAN HAMBAT AKSES TRANSPORTASI DI SUNGAI BARITO


SARIBRITA.ID
— Bencana kabut asap pekat akibat maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terus menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan. Salah satu area yang terdampak cukup parah adalah kawasan Sungai Barito, Kalimantan Tengah, di mana pekatnya asap mengakibatkan jarak pandang menjadi sangat terbatas.

Kondisi kabut asap yang tebal pada pagi hari ini sangat mengganggu aktivitas keseharian warga setempat. Dampak paling signifikan dirasakan pada sektor transportasi umum jalur air, di mana akses kelancaran lalu lintas di Sungai Barito menjadi sangat terhambat.

Para pengemudi perahu motor yang sehari-hari melayani penyeberangan penumpang mengaku sangat kesulitan dalam mengemudikan armada mereka karena terbatasnya jarak pandang visual. Akibat kehati-hatian ekstra yang harus diterapkan selama pelayaran, waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama dibandingkan dengan kondisi normal. Padahal, warga setempat sangat bergantung pada arus transportasi sungai ini sebagai akses bepergian dan mobilitas utama sehari-hari.

Penderitaan warga dan penyedia jasa transportasi air ini tidak berhenti pada masalah kabut asap saja. Saat ini, Sungai Barito juga tengah mengalami kekeringan yang menyebabkan debit air surut drastis. Berkurangnya volume air ini menjadi kendala tambahan yang sangat menyulitkan pergerakan perahu-perahu motor di jalur sungai tersebut.

Rangkaian kondisi alam ini berdampak serius terhadap keberlangsungan aktivitas transportasi sungai yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perekonomian utama bagi masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah. Kendati perjalanan menjadi lebih sulit dan memakan waktu, biaya atau tarif transportasi umum sungai hingga saat ini dilaporkan belum mengalami kenaikan.

Terkait kesulitan di lapangan, salah satu Pengemudi Perahu Motor mengungkapkan keluhannya. Ia menjelaskan bahwa perpaduan antara kabut asap tebal dan surutnya air sangat menyulitkan pelayaran, khususnya untuk rute dari Babai menuju Buntok. "Kalau kabutnya semakin kuat, semakin berkabut itu kan susah juga, itulah kendalanya. Kalau untuk perjalanan dari Babai ke Buntok, airnya surut itu imbasnya cuman di BBM-nya saja, bedanya di (kebutuhan) BBM," ungkap pengemudi perahu tersebut.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰