SARIBERITA.ID Berawal dari keprihatinan saat melihat tayangan video anak yang sedang mengalami tantrum di media sosial, lima mahasiswa lintas disiplin ilmu dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, berhasil menciptakan sebuah inovasi brilian. Mereka merancang sebuah rompi pintar yang diberi nama "Adaptiv", yang difungsikan khusus untuk mendeteksi sekaligus menenangkan gejala tantrum pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Inovasi teknologi kesehatan yang sangat bermanfaat ini bahkan berhasil menarik perhatian Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Tim mahasiswa UB tersebut mendapat kehormatan untuk mempresentasikan langsung karya ciptaan mereka di Istana Wakil Presiden.
Perwakilan tim mahasiswa UB memaparkan bahwa ide pembuatan rompi ini disepakati setelah mereka menyadari bahwa anak dengan ASD kerap mengalami tantrum yang dapat menghambat aktivitas dan tumbuh kembangnya. Rompi pintar Adaptiv bekerja menggunakan dua sensor utama, yakni sensor detak jantung (BPM) dan sensor gerak.
"Ketika BPM dan gerakannya melewati parameter yang telah kami atur, atau terdeteksi gerakan semacam anomali yang tidak teratur, sistem akan mengaktifkan kompresor atau pompa mini yang menyedot udara dari luar ke dalam kantung udara di rompi," jelas perwakilan tim pencipta.
Tekanan udara yang mengisi kantung rompi tersebut dirancang sedemikian rupa untuk memberikan sensasi pelukan hangat kepada anak yang memakainya, yang secara psikologis dapat memberikan efek menenangkan secara instan. Proses dari awal deteksi sensor hingga kantung udara mengembang sempurna hanya memakan waktu yang sangat singkat, yakni sekitar 15 hingga 20 detik saja.
Lebih canggihnya lagi, rompi ini juga dilengkapi dengan katup penahan udara serta sensor tekanan di bagian dalam. Sensor tekanan tersebut berfungsi sebagai pengaman untuk memastikan bahwa tekanan pelukan udara yang diberikan tidak berlebihan atau membahayakan anak. Selain itu, sistem pada rompi telah diintegrasikan dengan aplikasi di ponsel pintar, sehingga orang tua dapat terus memantau kondisi anak mereka meski dari jarak jauh.
Saat ini, kelima mahasiswa cerdas tersebut tengah fokus menargetkan penyempurnaan purwarupa (prototipe) Adaptiv agar dapat rampung pada akhir September ini. Diharapkan, setelah melalui tahap pengembangan lebih lanjut, inovasi rompi pintar ini dapat diproduksi secara massal dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak pengidap ASD dan keluarga mereka.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar