SARIBERITA.ID, Kesehatan adalah harta yang paling berharga, sebuah ungkapan klasik yang kerap baru disadari ketika seseorang telah jatuh sakit. Hal ini dialami langsung oleh Sylvia Tobing, seorang pengusaha katering yang sempat berjuang melawan berbagai komplikasi penyakit kronis hingga mengalami serangan jantung fatal. Namun, komitmennya untuk bangkit dan kembali sehat kini membuahkan hasil manis.
Sylvia menceritakan bagaimana dirinya harus berhadapan dengan masa-masa kelam akibat masalah kesehatan yang sangat serius. Sebelum menerapkan pola hidup sehat secara disiplin, ia kerap mengalami kram saat tidur, kekakuan pada jari tangan (trigger finger), hingga vertigo parah selama tiga hari berturut-turut tanpa henti. Puncaknya, ia pernah kolaps dan kehilangan kesadaran akibat serangan jantung. Saat dilarikan ke rumah sakit, dokter menemukan adanya penyumbatan pembuluh darah jantung yang sangat kritis, yakni mencapai angka 100 persen dan 90 persen. Kondisi tersebut memaksanya untuk segera menjalani operasi pemasangan ring jantung. Tidak hanya itu, parameter kesehatannya pun saat itu sangat buruk; kadar gula darahnya pernah menyentuh angka 500 dengan HbA1c mencapai 10, serta tingginya kadar kolesterol.
Enggan terus-menerus bergantung pada rasa sakit, Sylvia memutuskan untuk mengambil langkah nyata demi memulihkan kesehatannya. Selain memperbaiki pola makan sehat dan rutin berolahraga jalan kaki, ia juga rutin menggunakan terapi teknologi laser portabel yang dipasangkan di pergelangan tangan (ekstravaskular) secara konsisten setiap hari. Kualitas hidupnya pun perlahan membaik secara signifikan. Hasil pemeriksaan terbarunya menunjukkan angka yang sangat menggembirakan: tekanan darah kembali normal di 111/70, gula darah sewaktu turun drastis menjadi 134, asam urat berada di angka 5,7, dan kolesterol turun ke 166. Keluhan seperti sesak napas saat menaiki tangga dan vertigo kini sudah tidak pernah dirasakannya lagi, dan ia bisa tidur dengan lebih nyenyak.
Menanggapi pemulihan luar biasa tersebut, pakar kesehatan dr. Paidon menjelaskan bahwa jantung manusia bekerja ekstra keras setiap hari berdetak lebih dari 100.000 kali memompa darah ke seluruh tubuh. Proses pembakaran energi ini membutuhkan banyak oksigen dan konsekuensinya tubuh rentan menghasilkan radikal bebas. Jika radikal bebas ini tidak ditangani, dampaknya bisa merusak sel jantung serta endotel pembuluh darah yang memicu kekakuan dan aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Oleh karena itu, tubuh secara mutlak membutuhkan asupan nutrisi yang memiliki sifat antioksidan kompleks, seperti vitamin A, C, E, serta fitonutrien guna mencegah proses oksidasi yang berlebihan.
Sejalan dengan hal tersebut, konsultan kesehatan Nova memaparkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan antioksidan yang sulit jika harus dikonsumsi satu per satu dari makanan, masyarakat dapat memanfaatkan suplementasi praktis. Konsumsi suplemen yang merangkum 10 jenis antioksidan, multivitamin, dan multimineral sekaligus sangat dianjurkan untuk menetralisir ragam radikal bebas yang menyerang tubuh setiap harinya.
Kisah Sylvia Tobing menjadi pengingat bagi masyarakat luas agar tidak menunda dalam menjaga satu-satunya rumah yang akan ditinggali seumur hidup, yakni tubuh kita sendiri. Kombinasi gaya hidup aktif, asupan antioksidan yang tepat, serta pemanfaatan teknologi kesehatan terapan terbukti efektif membantu kita terhindar dari komplikasi penyakit kronis yang mematikan.
Narasumber: Sylvia Tobing (Pengusaha Katering / Penyintas Penyakit Jantung), dr. Paidon (Pakar Kesehatan), Nova (Konsultan Kesehatan). [SB.102/CAHAYA]




0 Komentar