SARIBERITA.ID – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan dilaporkan semakin meluas dan mulai mengkhawatirkan masyarakat. Titik api kini tidak hanya melahap area hutan atau lahan kosong, tetapi juga merambat mendekati fasilitas pendidikan serta area permukiman warga.
Di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kobaran api dari lahan yang terbakar terpantau semakin mendekati area lingkungan sekolah. Asap pekat dari semak belukar dan lahan kering yang terbakar itu pun turut menyelimuti kawasan pendidikan tersebut. Hal ini membuat seluruh warga sekolah, baik guru maupun siswa, harus meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Petugas gabungan bersama relawan yang berada di lokasi terus berupaya keras melakukan pemadaman. Upaya taktis ini difokuskan untuk menghentikan laju rambatan api agar tidak semakin mendekat ke arah bangunan fisik sekolah.
Pihak pengelola sekolah terus memantau pergerakan api dan kualitas udara di sekitar lokasi secara berkala. Jika kualitas udara dinilai kembali memburuk dan membahayakan sistem pernapasan, maka pihak sekolah menyatakan akan segera menyesuaikan skema kegiatan belajar mengajar. Untuk sementara waktu, keselamatan siswa dan warga sekolah menjadi prioritas utama, di mana proses pembelajaran masih terus dipantau dan dapat dialihkan menjadi sistem jarak jauh apabila situasi semakin darurat.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Karhutla skala besar dilaporkan mulai mengancam permukiman padat penduduk, tepatnya di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur.
Kobaran api yang melahap lahan secara masif di area tersebut membuat warga sekitar dilanda kepanikan luar biasa. Masyarakat merasa sangat khawatir karena besarnya lidah api berpotensi besar merembet ke rumah-rumah mereka yang jaraknya tidak terlampau jauh dari titik api.
Setelah menerima laporan dan keluhan dari warga yang panik, petugas pemadam kebakaran dan aparat gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung berjibaku menjinakkan si jago merah.
Setelah kobaran utama berhasil ditekan, tim di lapangan langsung melakukan tahapan proses pendinginan (penuntasan) di area lahan yang hangus. Langkah pendinginan ini dinilai sangat krusial untuk mencegah kobaran api kembali menyala atau meluas, demi memastikan permukiman warga Kampung Tumbit Melayu aman dari ancaman kebakaran susulan.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar