Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Karhutla Makin Mengganas, Api Ancam Kebun Warga Jambi dan Hanguskan 20 Hektare Lahan di Bangka Belitung


SARIBERITA.ID
 — Musim kemarau panjang kembali memicu eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Bencana karhutla yang terus meluas kini tercatat melanda kawasan Jambi hingga Bangka Belitung, yang tidak hanya mengancam perkebunan warga, tetapi juga memaksa petugas berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya akibat sulitnya akses jalan.

Di Provinsi Jambi, kebakaran melanda kawasan Hutan Lindung Gambut Londrang yang berlokasi di Teluk Dawan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kobaran api dilaporkan membesar dengan sangat cepat dan kini rambatannya telah mendekati area perkebunan kelapa sawit milik warga setempat.

Karakteristik lahan gambut yang sangat kering pada musim kemarau, ditambah dengan hembusan angin yang kencang, membuat si jago merah menjadi sangat sulit untuk dikendalikan. Selain menjalar secara ganas di atas permukaan, karakteristik gambut membuat api berpotensi besar merambat secara diam-diam melalui bawah permukaan tanah.

Hingga saat ini, tim Satgas Gabungan bersama warga masih terus bersiaga di lokasi untuk membatasi pergerakan jalur api agar tidak melahap habis perkebunan sawit. Masyarakat di sekitar Hutan Lindung Gambut Londrang diimbau untuk terus menjaga kewaspadaan tingkat tinggi terhadap potensi karhutla susulan yang memburuk sewaktu-waktu.

Sementara itu, kondisi yang tak kalah memprihatinkan juga terjadi di Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Api mengganas dan menghanguskan sedikitnya 20 hektare lahan di wilayah Kelurahan Tamberan.

Sebanyak empat armada mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pangkal Pinang langsung dikerahkan ke lokasi. Sayangnya, upaya pemadaman secara modern terhambat oleh kondisi medan yang sangat sulit ditembus. Akses masuk menuju titik koordinat kebakaran berada jauh di pedalaman hutan, sehingga armada mobil damkar tidak dapat menjangkau titik lokasi.

Kondisi geografis yang menyulitkan ini memaksa para petugas untuk bertindak memadamkan api secara manual. Berbekal ranting-ranting pohon dan dedaunan, para petugas pemadam kebakaran harus memukul-mukul kobaran api untuk mencegah perambatannya.

Iwan, selaku Komandan Tim Regu 2 Pemadam Kebakaran, mengonfirmasi kendala berat yang harus dihadapi oleh timnya di lapangan saat berupaya menjinakkan si jago merah.

"Untuk pemadam menggunakan mobil itu tidak bisa. Jadi kita memadamkan secara manual dikarenakan lokasi titik apinya berada di pedalaman hutan dan area untuk masuk kendaraan tidak bisa. Semuanya full manual, karena lokasinya jauh dari jangkauan," jelas Iwan saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Meski hanya bermodalkan ranting pohon dan tenaga manual, upaya tak kenal lelah dari para pahlawan api ini akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku tanpa henti selama hampir enam jam, kobaran api di kawasan Kelurahan Tamberan tersebut akhirnya sukses dipadamkan. Kemarau panjang yang membuat dedaunan mengering parah disinyalir menjadi penyebab utama api begitu mudah tersulut dan menjalar di wilayah Pangkal Pinang.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰