SARIBERITA.ID TANGERANG SELATAN – Dampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah sekolah di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) harus menghentikan aktivitas belajar mengajar di kelas dan beralih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan para siswa dan tenaga pendidik dari paparan abu vulkanik.
Berdasarkan pantauan langsung di SMPN 10 Tangerang Selatan pada Rabu pagi, 9 September 2026, suasana lingkungan sekolah tampak sepi dan lengang, sangat berbeda dengan hari-hari biasanya. Tidak ada aktivitas kedatangan siswa maupun keramaian di ruang-ruang kelas.
Penerapan PJJ ini merujuk pada kebijakan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Awalnya, pihak dinas menerbitkan surat edaran pada Minggu malam, 6 September 2026, yang menginstruksikan pelaksanaan PJJ khusus untuk hari Senin. Namun, melihat perkembangan kondisi yang ada, Dinas Pendidikan Tangsel kembali mengeluarkan edaran terbaru pada Senin malam yang memperpanjang masa PJJ hingga Rabu, 9 September 2026.
Dalam pelaksanaannya, seluruh siswa diwajibkan untuk mengikuti proses pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing. Sementara itu, terdapat penyesuaian bagi para tenaga pendidik. Guru-guru diperkenankan untuk mengajar dari rumah, terutama jika kondisi kesehatannya kurang mendukung. Namun, bagi guru yang membutuhkan akses terhadap fasilitas sekolah untuk menunjang kelancaran PJJ, mereka tetap dipersilakan untuk datang dan mengajar dari lingkungan sekolah.
Terkait durasi pelaksanaan PJJ, terdapat penyesuaian regulasi berdasarkan jenjang pendidikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebenarnya telah mengeluarkan imbauan agar PJJ dilaksanakan hingga hari Jumat. Kebijakan dari Pemprov Banten ini menjadi acuan bagi sekolah tingkat menengah atas (SMA) dan sederajat. Namun, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota, tetap mengikuti surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Tangsel, yakni PJJ berlangsung hingga hari Rabu.
Saat ini, pihak-pihak sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan masih terus berkoordinasi dan menunggu informasi terbaru. Apabila kondisi membaik dan tidak ada perpanjangan surat edaran, maka kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) direncanakan akan kembali normal pada hari Kamis.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar