SARIBERITA.ID,JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, untuk mematangkan rencana kebijakan pendidikan negeri gratis mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi seluruh anak bangsa.
Rencana perluasan pendidikan gratis ini sebelumnya telah ditegaskan oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam pidato tersebut, Prabowo menegaskan keinginannya agar pendidikan gratis tidak hanya berhenti di tingkat pendidikan dasar hingga menengah atas, tetapi juga menjangkau hingga tingkat perguruan tinggi negeri.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, membenarkan adanya ratas tersebut dan menyatakan bahwa saat ini Presiden dan pemerintah masih terus mengkaji serta menggodok skema pembiayaan yang paling tepat untuk program ini. Hal senada juga dikonfirmasi melalui keterangan tertulis oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang menyebutkan bahwa rapat ini memfokuskan pada penyusunan langkah-langkah konkret untuk merealisasikan pendidikan gratis untuk semua kalangan.
Terkait teknis di tingkat perguruan tinggi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skenario tahapannya. Salah satu opsi yang dibahas adalah memprioritaskan mahasiswa dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, khususnya dari kelompok desil 4 ke bawah. Dalam rapat bersama DPR sebelumnya, Brian menyebutkan bahwa program perluasan akses pendidikan tinggi ini diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp93,7 triliun dengan target sasaran mencapai 2,83 juta mahasiswa.
Selain berfokus pada pembebasan biaya pendidikan, pemerintahan Prabowo juga memprioritaskan peningkatan kualitas infrastruktur sekolah. Pemerintah menargetkan revitalisasi sekolah secara besar-besaran, yang ditargetkan menyentuh 16.000 sekolah pada tahun 2025, 71.000 sekolah di 2026, dan 100.000 sekolah di 2027. Pada akhir tahun 2029, diharapkan seluruh sekolah negeri di Indonesia telah direvitalisasi secara menyeluruh. Pemerintah juga akan meningkatkan fasilitas modern di sekolah seperti perangkat layar sentuh, menyediakan buku-buku cetakan baru, hingga bantuan seragam.
Dalam rapat tersebut, isu kesejahteraan guru juga tak luput dari perhatian dan menjadi prioritas utama. Adapun terkait sumber pembiayaan untuk seluruh program pendidikan unggulan dan peningkatan kesejahteraan ini, Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa alokasi anggarannya salah satunya akan diambil dari hasil pemulihan aset negara yang berhasil disita dari tindak pidana korupsi.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar