SARIBERITA., IDJakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di wilayah ibu kota. Langkah cepat dan tegas ini diambil sebagai respons atas meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu pergerakan sebaran abu vulkanik hingga mencemari kualitas udara di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, menjelaskan bahwa keputusan pengalihan metode belajar dari tatap muka menjadi daring ini merupakan upaya preventif untuk melindungi seluruh peserta didik dari ancaman gangguan kesehatan. Paparan partikel abu vulkanik dinilai berisiko tinggi memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.
"Kami telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah di semua jenjang pendidikan di Jakarta untuk segera menerapkan sistem belajar dari rumah atau PJJ mulai hari ini. Keselamatan dan kesehatan para siswa, guru, maupun tenaga kependidikan adalah prioritas utama kami di tengah kondisi udara yang memburuk akibat imbas erupsi Anak Krakatau," tegas Purwosusilo.
Lebih lanjut, pihak Dinas Pendidikan memastikan bahwa infrastruktur dan modul pembelajaran daring telah disiapkan dengan baik agar hak belajar para siswa tetap terpenuhi secara optimal. Para orang tua juga diimbau untuk proaktif mengawasi anak-anaknya agar tetap berada di dalam rumah dan memastikan mereka fokus mengikuti rangkaian kegiatan belajar mengajar secara virtual.
Kebijakan penerapan PJJ ini bersifat situasional dan akan terus dievaluasi secara berkala. Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya untuk memantau pergerakan arah angin serta status kualitas udara, sebelum nantinya memutuskan kapan aktivitas sekolah tatap muka dapat kembali beroperasi normal.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar