SARIBERITA.ID, Lebak - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak pada wilayah sekitarnya. Kali ini, sebaran abu vulkanik dilaporkan mulai terbawa angin dan menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Meski intensitas abu yang turun terbilang tipis, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari risiko gangguan kesehatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, partikel abu vulkanik berwarna kelabu tampak menempel pada atap-atap rumah warga, dedaunan, hingga kendaraan yang terparkir sejak pagi hari. Menyadari bahaya paparan debu vulkanik, sebagian besar warga Lebak terlihat sudah membekali diri dengan masker medis dan pelindung mata saat harus bepergian atau berkendara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengonfirmasi bahwa sebaran abu tersebut murni berasal dari aktivitas Anak Krakatau yang terbawa oleh embusan angin ke arah timur dan tenggara. Pihaknya terus melakukan pemantauan di sejumlah kecamatan yang paling terdampak.
"Memang benar ada laporan hujan abu vulkanik tipis di wilayah Lebak sejak malam hingga pagi ini akibat hembusan angin dari arah Gunung Anak Krakatau. Kami sudah menerjunkan tim untuk memantau situasi di lapangan. Kami meminta masyarakat agar tidak panik, namun kewaspadaan harus ditingkatkan dengan cara memakai masker dan mengurangi kegiatan di luar ruangan jika tidak benar-benar diperlukan," ujar Febby Rizki Pratama.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supiyono, turut mengeluarkan peringatan terkait potensi bahaya partikel abu vulkanik bagi saluran pernapasan. Menurutnya, abu vulkanik memiliki tekstur mikro yang tajam sehingga sangat rentan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata.
"Warga kami imbau untuk tetap menggunakan masker dengan standar yang baik, menutup rapat sumber penampungan air bersih, dan mencuci bahan makanan dengan bersih sebelum dikonsumsi. Jika ada warga, terutama anak-anak dan lansia, yang mulai mengeluhkan batuk, sesak napas, atau perih pada mata, segera datangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis," tutur Triatno Supiyono.
Pemerintah Kabupaten Lebak menyatakan akan terus berkoordinasi secara intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memperbarui informasi terkait arah angin dan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Posko kesehatan dan ketersediaan masker juga telah disiagakan sebagai langkah antisipasi jika intensitas hujan abu vulkanik kembali meningkat.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar