SARIBERITA.ID - Memasuki hari ke-10 pascabanjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kondisi material sisa banjir masih tampak menumpuk di sejumlah titik. Para petugas yang berusaha membersihkan sisa-sisa bencana tersebut terkendala oleh sulitnya mencari lokasi tempat pembuangan akhir untuk material banjir.
Saat ini, puluhan alat berat telah diterjunkan langsung ke lokasi banjir bandang, khususnya di wilayah Arosuka, Kabupaten Solok. Meski demikian, para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta relawan gabungan masih mengalami kesulitan dalam menyingkirkan dan menempatkan material berat berupa batu-batu dan kayu-kayu berukuran besar.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Wakil Bupati Solok, Chandra, menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi. Rapat tersebut melibatkan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok, serta BPBD Provinsi Sumatera Barat. Dari hasil rapat tersebut, Wakil Bupati Solok secara resmi ditunjuk sebagai penanggung jawab atau pengurus untuk lokasi pembuangan akhir seluruh material banjir bandang.
Terkait teknis pembuangan, Chandra menjelaskan bahwa material akan dipilah. Material berupa batu besar yang dinilai masih bermanfaat akan digunakan kembali, khususnya untuk keperluan pembangunan normalisasi sungai. Sementara itu, untuk sisa material berupa lumpur dan kayu-kayu besar, pemerintah daerah dan pihak jorong telah bersepakat untuk menempatkannya di area sekitar Jembatan Timbang di daerah Batang Barus, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi utama banjir bandang.
Dengan telah ditentukannya lokasi tempat pembuangan akhir ini, Chandra berharap sisa masa tanggap darurat yang tinggal beberapa hari lagi dapat dimaksimalkan. Pihaknya akan mempercepat proses pembersihan material sisa banjir bandang, baik yang saat ini masih merendam kompleks perkantoran maupun di area kompleks perumahan penduduk setempat.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar